Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Suara Pembelaan Uber: Kami Bukan Perusahaan Taksi!

Suara Pembelaan Uber: Kami Bukan Perusahaan Taksi!


Anggoro Suryo Jati - detikInet

Ilustrasi (gettyimages)
Jakarta - Uber kerap dianggap sebagai taksi gelap. Lantaran menawarkan jasa transportasi layaknya angkutan umum namun menggunakan mobil pelat hitam. Namun Uber menepis tuduhan ini sembari menegaskan bahwa mereka adalah perusahaan teknologi.

"Uber bukan perusahaan taksi atau perusahaan transportasi. Kami tidak memiliki, mengoperasikan kendaraan atau mempekerjakan pengemudi," tulis juru bicara Uber Karun Arya dalam pernyataannya yang diterima detikINET, Jumat (4/9/2015).

Lebih lanjut, Uber menyebutkan bahwa mereka hanyalah menghubungkan permintaan penumpang kepada mitra dari perusahaan penyewaan transportasi, yang berizin perusahaan atau koperasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dan menurut Uber, hal ini sepenuhnya memenuhi persyaratan dari peraturan transportasi yang berlaku. Terkait penahanan sejumlah armada milik mitranya, Uber menyebut tuduhan itu tak berdasar, "Tidak ada satupun pengemudi mitra kami yang ditahan," kilahnya.

Soal keamanan dari penumpang pun disebut menjadi prioritas utama Uber. Sebab nama pengemudi, foto, detail kontak dan nomor pelat kendaraan bisa dilihat sebelum masuk ke dalam mobil.

Rute perjalanan serta estimasi waktu kedatangan juga bisa dibagikan ke teman maupun keluarga. Sehingga mereka dapat mengikuti perjalanan penumpang secara real time, via perekaman GPS, melalui aplikasi Uber.

Dan pihak Uber menyatakan siap menerima setiap keluhan yang dilayangkan oleh penggunanya. Bahkan, setiap penumpang Uber memang diwajibkan untuk memberikan penilaian terhadap pengemudi, juga tambahan feedback yang kemudian akan diulas oleh Uber.

Uber pun mengungkapkan telah memiliki kantor perwakilan yang terlisensi dan terdaftar di Jakarta. Sayang, tidak disebutkan di mana alamat lengkap dari kantor Uber yang dimaksud.

"Uber telah menciptakan banyak kesempatan kerja bagi masyarakat Indonesia. Di Jakarta, banyak dari mitra Uber yang sebelumnya merupakan pengemudi taksi atau tidak memiliki pekerjaan, kini telah menjadi wirausaha yang berkembang dengan menggunakan aplikasi Uber," lanjut Karun.

Uber pun tak menutup diri jika ada pengemudi taksi yang ingin menjadi mitra kerjanya. "Kami menerima semua pengemudi taksi untuk mendapatkan kesempatan yang sama dan mendapatkan kehidupan yang lebih baik dengan menjadi mitra pengemudi Uber," tutupnya.

(asj/ash)







Hide Ads
LIVE