Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
'Uber Picu Banyak Pengangguran'

'Uber Picu Banyak Pengangguran'


Anggoro Suryo Jati - detikInet

Demonstrasi sopir taksi di Brasil menentang Uber (gettyimages)
Jakarta - Presiden Brasil Dilma Rousseff ikut angkat bicara soal pemblokiran Uber di negaranya itu. Ia mengkritisi Uber yang dianggapnya punya andil dalam meningkatkan angka pengangguran.

Lebih lanjut, Rousseff mengatakan bahwa pembuat kebijakan harus membuat aturan soal layanan yang ditawarkan oleh Uber, seperti dikutip detikINET dari The Guardian, Kamis (3/9/2015).

"Uber itu rumit karena mereka menghilangkan lapangan kerja bagi masyarakat. Mereka membuat jumlah taksi berkurang. Ini bukan masalah mudah, namun tergantung pada aturan yang berlaku di setiap kota, karena bukan keputusan pemerintah federal," ujar Rousseff dalam sebuah jumpa pers.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, Uber memang sudah ditolak di tiga kota besar di Brasil, yaitu Sao Paulo, Rio de Janeiro dan ibu kota Brasilia. Namun memang sampai saat ini pemblokiran itu belum dijalankan, karena walikota setempat masih memilih untuk mempertimbangkan hukum yang ada.

Contohnya di Brasilia, di mana para anggota dewan kota sudah memutuskan untuk memblokir layanan Uber, namun putusan itu ditolak oleh gubernurnya, yang kemudian membentuk sebuah komisi untuk mempertimbangkan keputusan terbaik.

Sementara di Rio de Janeiro, dewan kota mengajukan sebuah undang-undang baru yang ditujukan untuk melarang beroperasinya taksi gelap. Tentu yang dimaksud dalam UU tersebut adalah Uber.

Walikota Rio de Janeiro Eduardo Paes memang belum menandatangani UU tersebut. Namun ia menyebutkan bahwa pihaknya akan mengembangkan teknologi yang semacam itu untuk digunakan oleh taksi-taksi setempat.

(asj/ash)





Hide Ads