Bocornya data para anggota situs selingkuh Ashley Madison yang diretas hacker, sepertinya menimbulkan akibat mengerikan. Setidaknya, dua orang dilaporkan bunuh diri karena malu setelah ketahuan menjadi anggota website yang berbasis di Kanada itu.
Dikutip detikINET dari Reuters, Selasa (25/8/2015), informasi soal dua kejadian bunuh diri yang diduga terkait dengan peretasan Ashley Madison masih minim. Polisi tidak memberikan detail lebih lanjut soal kasus bunuh diri tersebut.
"Pagi ini, kami memperoleh dua laporan yang belum terkonfirmasi soal bunuh diri yang berhubungan dengan bocornya profil pengguna Ashley Madison," kata Bryce Evans dari kepolisian wilayah Toronto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita bicara soal keluarga. Soal anak mereka, istri mereka atau suami. Hal ini memang akan mempengaruhi kehidupan mereka," tambah Bryce.
Para hacker yang menamakan diri Impact Team itu kabarnya membeberkan data 37 juta anggota Ashley Madison. Para hacker belum tertangkap dan saat ini jadi buron aparat di Amerika Serikat. Biro investigasi FBI juga turut membantu penyelidikan.
"Aksi hack ini termasuk kebocoran data paling besar yang pernah terjadi di dunia. Aksi para hacker itu adalah ilegal dan tidak dapat ditoleransi," pungkas Bryce.
Kekhawatiran para anggota Ashley Madison akan bertindak di luar batas memang sudah didengungkan sejak data mereka diungkap ke publik. Kini kemungkinan, kekhawatiran itu sudah terjadi di mana ada yang dilaporkan bunuh diri.
"Sungguh ada kekhawatiran besar kalau mereka akan bertindak berlebihan. Saya tidak kaget jika ada orang yang bunuh diri karena kasus ini," kata Brian Krebs, seorang analis sekuriti yang pertama kali melaporkan kasus peretasan Ashley Madison.
(fyk/yud)