Menurut Cyberspace Administration of China (CAC), ada 18 situs yang diblokir permanen, sementara 32 sisanya hanya ditutup sementara. CAC mengatakan bahwa rumor-rumor tersebut menyebarkan kepanikan di kalangan pengguna internet, demikian dikutip detikINET dari Quartz, Selasa (18/8/2015).
CAC menyebut ada beberapa rumor menyesatkan, salah satunya terkait jumlah korban dari ledakan yang disebutkan mencapai 1.000 korban jiwa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dan masih banyak lagi rumor yang disebarkan oleh situs-situs tersebut, seperti βtak ada korban selamat dalam radius 1 km dari titik ledakan. Ada juga yang menyebut bahwa pusat perbelanjaan di Tianjin yang menjadi korban penjarahan pasca ledakan tersebut.
Ledakan yang dimaksud terjadi di sebuah gudang yang terletak di pelabuhan Tianjin. Gudang tersebut diduga menyimpan banyak bahan kimia, dan kemungkinan salah satunya adalah sodium sianida.
Keberadaan bahan kimia berbahaya itu memang belum bisa dipastikan. Namun warga setempat saat ini diwajibkan untuk menggunakan masker dan celana panjang untuk menghindari paparan gas kimia beracun.β
(asj/ash)