Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Sebut Korban Ledakan Tianjin Tembus 1.000 Jiwa, 50 Situs Diblokir

Sebut Korban Ledakan Tianjin Tembus 1.000 Jiwa, 50 Situs Diblokir


Anggoro Suryo Jati - detikInet

Sisa-sisa ledakan Tianjin. (reuters)
Jakarta - Pemerintah China memblokir 50 situs terkait dengan ledakan bahan kimia yang terjadi di Tianjin minggu lalu. Penyebabnya adalah situs-situs itu dianggap menyebarkan rumor soal ledakan tersebut.

Menurut Cyberspace Administration of China (CAC), ada 18 situs yang diblokir permanen, sementara 32 sisanya hanya ditutup sementara. CAC mengatakan bahwa rumor-rumor tersebut menyebarkan kepanikan di kalangan pengguna internet, demikian dikutip detikINET dari Quartz, Selasa (18/8/2015).

CAC menyebut ada beberapa rumor menyesatkan, salah satunya terkait jumlah korban dari ledakan yang disebutkan mencapai 1.000 korban jiwa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Padahal, menurut CAC saat ini korban jiwa yang tercatat baru sekitar 100 orang. Sementara Boxun -- salah satu situs yang diblokir -- menyebut bahwa mereka mempunyai data yang memastikan bahwa jumlah korban jiwa sudah mencapai 1.400 orang. Data tersebut diklaim oleh Boxun didapat dari laporan polisi setempat.

Dan masih banyak lagi rumor yang disebarkan oleh situs-situs tersebut, seperti β€Žtak ada korban selamat dalam radius 1 km dari titik ledakan. Ada juga yang menyebut bahwa pusat perbelanjaan di Tianjin yang menjadi korban penjarahan pasca ledakan tersebut.

Ledakan yang dimaksud terjadi di sebuah gudang yang terletak di pelabuhan Tianjin. Gudang tersebut diduga menyimpan banyak bahan kimia, dan kemungkinan salah satunya adalah sodium sianida.

Keberadaan bahan kimia berbahaya itu memang belum bisa dipastikan. Namun warga setempat saat ini diwajibkan untuk menggunakan masker dan celana panjang untuk menghindari paparan gas kimia beracun.β€Ž

(asj/ash)







Hide Ads