Perintis sendiri merupakan singkatan dari Penggiat Raspberry Pi untuk Indonesia. Meski sifatnya hanya komunitas, Andri Johandri sebagai salah satu penggagasnya ingin Perintis punya peran lebih dari sekadar wadah kumpul-kumpul.
Andri mengajak komunitas Raspberry Pi tersebut untuk mengembangkan sebuah perangkat edukasi. Nantinya perangkat yang berbasis dari Raspberry Pi ini diharapkan akan dapat membantu mengenalkan komputer ke anak-anak sejak dini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andri mengatakan perangkat edukasi yang dimaksud akan dinamai RaspiKid. Perangkat ini berbasis Raspberry Pi versi A yang merupakan generasi lama. Bukannya tanpa alasan, Raspberry versi A dipilih karena masih memiliki port video yang banyak ditemui di televisi model lama.
Adapun sistem operasi yang digunakan adalah Linux. Pun demikian menurut Andri, tampilannya akan dibuat sangat familiar untuk anak-anak. Selain itu lewat RaspiKid, Andri berharap bisa mengenalkan komputer sejak dini ke anak-anak.
βPakai Linux, tapi tampilannya dibuat familiar dengan anak-anak, supaya mereka tertarik. Lagian kita disini kan bukan untuk ngajarin mereka Linux. Lewat RaspiKid kita juga ingin mengenalkan komputer sejak dini. Begini loh komputer, jadi bukan cuma tablet yang mereka kenal,β imbuh Andri.
Demi menarik perhatian anak-anak, RaspiKid juga didesain menarik. Komunitas Raspberry Pi ini memadu bentuk mungil Raspberry Pi dengan balok-balok lego untuk mempercantiknya. Berkat kombinasi ini, anak-anak juga bisa berkreasi membentuk RaspiKid menggunakan balok-balok Lego sesuai keinginannya.
βTapi RaspiKid masih dalam pengembangan, kami berharap prototipe pertamanya sudah bisa rampung sekitar bulan November, baik secara hardware maupun software-nya,β pungkas Andri.
(yud/rou)