Uber, perusahaan sewa kendaraan berbasis aplikasi, kini menyandang sebutan startup teknologi paling bernilai di dunia. Dalam pengumpulan pendanaan terbaru, Uber menghasilkan sekitar USD 1 miliar dari investor dan membuat mereka jadi perusahaan bernilai USD 51 miliar atau di kisaran Rp 688,7 triliun.
Meski banyak menuai kontroversi, khususnya dari sopir taksi yang merasa nafkahnya terganggu, Uber tetap dikerumuni investor. Dalam pendanaan terakhirnya itu, kabarnya turut serta raksasa teknologi Microsoft mengucurkan uang untuk Uber.
Dikutip detikINET dari Reuters, Minggu (2/8/2015), Uber sejauh ini telah mengumpulkan total USD 5 miliar dari para investor. Dan dengan nilai USD 51 miliar itu, Uber sukses menyalip Xiaomi yang sebelumnya adalah startup termahal sejagat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kucuran dana USD 1 miliar itu kabarnya akan dipakai Uber untuk berinvestasi di India dan juga China. Dua pasar tersebut sangat penting bagi Uber mengingat populasinya yang sangat besar.
Uber menghadirkan terobosan menyewa kendaraan cukup dengan aplikasi. Mereka beroperasi layaknya perusahaan taksi, tapi membolehkan siapapun yang punya lisensi mengemudi untuk jadi sopir dengan kendaraan sendiri. Tarif murah dan kemudahannya membuat Uber banyak diprotes, tak jarang sampai rusuh. Selain itu, Uber dianggap transportasi ilegal.
(fyk/fyk)