Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Ahok Bangun Ruang Belajar Smart City Senilai Rp 30 M

Ahok Bangun Ruang Belajar Smart City Senilai Rp 30 M


Taufan Noor Ismailian - detikInet

Foto: Ilustrasi Smart City (dokumen detikcom)
Jakarta -

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan (Diskominfmas) DKI, Ii Kurnia mengatakan Pemprov DKI akan membangun ruang pembelajaran sistem Smart City di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Ruangan tersebut akan digunakan untuk pemerintah daerah lain yang ingin mempelajari sistem Smart City lewat studi banding.

"Sebagai daerah yang diharapkan jadi role model bagi daerah lain, DKI sedang siapkan ruang belajar sistem Smart City di Balai Kota agar dapat ditiru daerah lain di Indonesia," ujar Ii di Balai Kota, Kamis (23/7/2015).

Ii menjelaskan, ruang belajar sistem Smart City ini merupakan ide dari Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok). Di Balai Kota, rencananya ruang belajar ini terletak di lantai 3 Gedung Blok A.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain sebagai studi banding, ruangan tersebut juga akan difungsikan sebagai pusat kontrol dan kendali sistem Smart City. "Jadi semacam show room gitu. Isinya nanti macam-macam. Ada layar monitor, CCTV, server dan juga aplikasi sistem Smart City," jelasnya.

Hingga saat ini, Ii menuturkan ruang belajar sistem Smart City masih dalam tahap perencanaan dan baru mulai dilelang. Sehingga, pembangunan ruangan tersebut belum dapat diwujudkan dalam waktu dekat.

"Artinya belum bisa diwujudkan dalam waktu dekat. Sekarang baru mulai dilelang," ungkapnya.

Adapun, anggaran yang digelontorkan Pemprov DKI untuk pembangunan ruang belajar ini tidak sedikit. Untuk membangun ruangan beserta perangkat tekhnologi guna memantau sistem Smart City ini, diprediksi memakan biaya sekitar Rp 30 miliar.

"Biayanya bisa mencapai Rp 30 miliar, karena yang mahal itu server-servernya," terang Ii.

(jsn/ash)






Hide Ads