Seperti diketahui, model bisnis Uber melibatkan sopir dengan mobil mereka untuk mengantar jemput pengguna aplikasi Uber. Bagi Uber, para sopir ini harus diperhitungkan untuk mendapat jatah berbagi keuntungan. Dengan mobil tanpa sopir, nantinya Uber tak lagi harus berbagi keuntungan dengan mereka.
Dikutip detikINET dari Ubergizmo, Kamis (9/7/2015), Tesla memang bukan satu-satunya perusahaan yang membuat kendaraan tanpa sopir. Google misalnya, termasuk perusahaan non-otomotif yang cukup agresif dalam proyek ini. Meski demikian, Tesla boleh dibilang menjadi perusahaan pertama yang sukses menggaet konsumen potensial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski hanya komentar sederhana, sejumlah analis sudah mulai membuat spekulasi. Bayangkan akan ada banyak pihak yang terlibat jika rencana ini jadi dilaksanakan.
Bagi Uber sendiri, untuk membuatnya menjadi nyata mungkin memang akan sulit. Pembuat aplikasi pesan taksi asal Amerika Serikat ini harus bekerja keras menumbuhkan kepercayaan pemerintah di setiap wilayah yang disambanginya, apalagi sopir tanpa awak masih dipertanyakan keamanannya.
(rns/ash)