Senin, 22 Jun 2015 07:24 WIB

Bus TransJ akan Terintegrasi dengan Go-Jek

Ayunda Windyastuti Savitri - detikInet
Jakarta - Direktur Utama PT Trans Jakarta Antonius Kosasih menyebut bahwa akan ada aplikasi baru bernama Go Busway yang tertanam dalam aplikasi Go-Jek. Aplikasi ini akan mempermudah penumpang bus TransJ untuk mengetahui posisi bus.

"Go Busway itu aplikasi khusus yang dibuat dalam aplikasi Go-Jek untuk mengetahui posisi bus Transjakarta ada di mana. Jadi masyarakat bisa tahu sebelum masuk halte Transjakarta posisi bus Transjakarta yang sesuai kebutuhannya ada di mana dan kira-kira sampai lokasi terdekat dalam berapa lama," kata Kosasih dalam keterangannya, Senin (22/6/2015).

Kosasih mengatakan aplikasi itu juga tersambung apabila penumpang ingin melanjutkan perjalanan dengan Go-Jek. Nantinya Go-Jek akan menunggu di dekat jembatan setelah penumpang turun dari bus TransJ.

"Aplikasi ini juga bisa untuk menyambung kalau mau naik GoJek setelah turun dari bus jadi GoJek sudah menunggu di JPO terdekat," ujar Kosasih.

Lebih lanjut, Kosasih menyebut kelebihan aplikasi ini khusus untuk smartphone jadi mobile-friendly. Para penumpang nantinya bisa melacak keberadaan bus kami meskipun tidak sedang berada di halte kami.

"Ini adalah salah satu bentuk pelayanan kami kepada para pengguna Transjakarta dan merupakan bagian dari Passenger Information System yang sedang kami buat di Transjakarta yang nantinya wajib diikuti juga oleh seluruh operator. Ke depannya kami ingin aplikasi ini juga bisa mengenali pengemudi yang mengemudikan bis kami tersebut sehingga para penumpang bisa memberikan "rating" atas kualitas pelayanan pengemudi kami," jelas Kosasih.

Kosasih berharap kerja sama antara TransJ dengan Go-Jek dapat ditandatangani pada bulan puasa ini. Kemudian hasil kerjasama berupa aplikasi di atas dapat dinikmati para pengguna Transjakarta akhir tahun ini.

"Rencananya MoU kita tandatangani sebelum Idul Fitri dan aplikasi sudah bisa diunduh dan digunakan sebelum akhir tahun ini. Ini adalah kerjasama yang saling menguntungkan dengan Go-Jek. Transjakarta maupun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sama sekali tidak mengeluarkan biaya untuk hal ini," tutur Kosasih.

"Kami saat ini hanya kerjasama dengan dua pihak (dua-duanya tidak ada biaya, hanya share data GPS) yang pertama dengan Jakarta Smartcity itu untuk aplikasi di Smartcity, dan akan terus berjalan. Yang kedua dengan Go-Jek, untuk aplikasi smartphone yang nantinya bisa diunduh semua pengguna telepon selular melalui website Transjakarta, melalui GooglePlay atau melalui aplikasi Go-Jek. Jadi bukan Smartcity dialihkan ke Go-Jek tapi Jakarta Smartcity dan Go-Jek." pungkas Kosasih.

(aws/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed