Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Pajak e-Commerce
Pemerintah Mau Bikin <i>e-Commerce</i> Meledak atau Mati?
Pajak e-Commerce

Pemerintah Mau Bikin <i>e-Commerce</i> Meledak atau Mati?


Rachmatunisa - detikInet

Daniel Tumiwa (rns/detikINET)
Jakarta - Menanggapi rencana pemerintah menerapkan pajak e-commerce, OLX mengaku masih memantau dan menunggu bagaimana kebijakan tersebut akan diterapkan nantinya.

"Roadmap masih berjalan terus. Tujuannya akhirnya kan kita menunggu PP e-commerce dari (Kementerian) Perdagangan. Jadi kalau sudah ada draftnya baru kita bisa komentar lebih jauh," kata CEO OLX Daniel Tumiwa di acara media gathering OLX di Eatery, Hotel Atlet Century Park Senayan, Kamis (11/6/2015).

Dikatakannya, para perwakilan pelaku e-commerce sudah mengajukan semua masukan dan saran. Sekarang, mereka menunggu bagaimana hasilnya.

"Banyak sekali poinnya meliputi consumer protection, dampak negatifnya ke investasi, mendefinisikan startup, memilah bisnis model gak bisa dipukul rata," kata Daniel.

Dia berharap, semua masukan yang sudah diajukan bisa didengar pemerintah. Momen ini juga menurut Daniel akan menentukan bagaimana nasib e-commerce ke depannya.

"Poinnya kalau dulu pemerintah mungkin tidak tahu e-commerce apa. Sekarang pemerintah harusnya sudah tahu dari ujung ke ujung. Tinggal lihat sekarang apakah pemerintah akan membuat aturan yang akan mematikan atau justru menumbuhkan. Kita tunggu reaksinya gimana. Akan buat e-commerce meledak atau mati," sebutnya.

Seperti diketahui, dalam surat edaran pajak No SE-62/PJ/2013 dan SE-06/PJ/2015, pemerintah akan mengenakan pajak atas transaksi di online marketplace, classified ads, daily deals dan online retail.

Dalam Forum Usulan Roadmap e-Commerce Indonesia beberapa waktu lalu, Daniel berpendapat penerapan pajak baru bisa mengancam iklim transaksi jual beli online di Tanah Air.

"Bakal banyak orang yang takut membuka startup. Karena belum untung, malah sudah kena pajak," ujar Daniel saat itu.

"Bukan soal insentif pajaknya, kita (startup-red.) tidak mau dikecualikan kok. Tapi diberi kemudahan supaya nantinya banyak orang berniat buka e-commerce," ujarnya membeberkan alasan.

Lebih lanjut Daniel mengharapkan pemerintah bisa membangun suasana yang cocok untuk pertumbuhan startup. Jangan sampai anak muda yang memiliki ide merintis startup justru mengembangkan idenya di negara lain.

(rns/ash)







Hide Ads