Salah satu perubahannya adalah membuat iklan yang lebih responsif. Pada postingan yang merupakan iklan akan ditambahkan tombol yang memungkinkan pengguna bisa melakukan pembelian, menginstal aplikasi dan lain-lain.
"Ini tak hanya akan membantu pengiklan, tetapi juga komunitas. Mereka bisa mengenali suatu produk atau layanan, dan langsung melakukan tindakan dari postingan iklan, entah untuk mendaftar di website, membeli produk atau men-download aplikasi," demikian pernyataan Instagram seperti dikutip detikINET dari Ubergizmo, Rabu (3/6/2015).
Instagram juga berjanji akan membuat iklan menjadi lebih relevan. Misalnya jika Anda adalah pengguna yang sering memposting foto berkaitan dengan traveling, maka iklan yang muncul akan berhubungan dengan hobi tersebut.
Mengingat Instagram milik Facebook, maka kemungkinan besar relevansi iklan akan berdasarkan data Facebook. Instagram juga berencana merilis ads API untuk membuat iklan bisa lebih luas jangkauannya.
Sebagian pengguna mungkin tidak akan suka dengan keputusan ini. Setelah resmi dibeli oleh Facebook, kekhawatiran pengguna akan hadirnya sisipan iklan di Instagram memang akhirnya terbukti.
Mau tidak mau, Instagram memang harus menjadikan iklan sebagai bagian dari strategi bisnis baru mereka.
(Rachmatunisa/Ardhi Suryadhi)