Dari informasi yang beredar, tercatat sudah ada 3,9 juta pengguna situs kencan tersebut yang datanya sudah menyebar di forum-forum gelap akibat kejadian ini. Rata-rata isi datanya adalah alamat email, nama, tanggal ulang tahun, hingga alamat IP.
Tapi itu bukan yang paling buruk, karena kabarnya si peretas juga mendapat data privat pengguna semisal fantasi seks yang diinginkan pengguna terhadap calon pasangannya. Selain itu peretas juga memperoleh data soal orientasi seks pengguna yang melenceng, seperti gay dan juga lesbian.
Bahkan ada juga data yang mengungkap keinginan pengguna adultfriendfinder yang aneh-aneh, misalnya mengajak menjalin hubungan extra-marital atau selingkuh di luar pernikahan.
Dengan bocornya data-data tersebut, analis mengatakan bukan tak mungkin hacker akan memanfaatkannya untuk memeras pengguna yang punya rahasia sensitif. Tapi sejauh ini memang belum ada kabar terkait hal tersebut.
Pun demikian seperti detikINET kutip dari Channel 4 News, Jumat (22/5/2015), hacker bernama ROR[RG] telah mengirimkan email gelap kepada adultfriendfinder. Hacker ini sempat meminta tebusan sebesar USD 100 ribu atau setara Rp 1,3 miliar, sebelum akhirnya menyebar data-data pengguna yang berhasil dicurinya.
(Yudhianto/Ardhi Suryadhi)