Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Seruan Boikot Bali Menggema di Twitter

Seruan Boikot Bali Menggema di Twitter


Fino Yurio Kristo - detikInet

Bali (gettyimages)
Jakarta -

Publik Australia banyak yang menyayangkan eksekusi mati pada dua warganya, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran terkait kasus narkoba. Media sosial seperti Twitter pun ramai dengan seruan boikot Bali dari warga Negeri Kanguru itu.

"Bali sudah mati bagiku dan juga ribuan yang lain," tulis akun Twitter @fleeatweet. "Bali, aku pernah berkunjung ke sana sebelumnya, tapi tak akan lagi. Aku tak akan pernah mendukung sistem pembunuhan ini," tulis akun @laurahteacheroz.

Di Facebook, ada halaman bertajuk Boycott Bali for The Boys dan sudah mendapat like sekitar 10 ribu kali. Bahkan ada kaos bertuliskan kasar yang dijual sebagai tanda boikot Bali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apakah aksi boikot itu sudah berdampak pada kunjungan ke Bali? Juru bicara lembaga wisata Flight Centre mengatakan saat ini belum ada pengaruhnya.

"Mereka yang sudah melakukan booking menyadari apa yang terjadi di Indonesia ketika mereka melakukan booking tersebut dan umumnya tetap pergi sesuai rencana, tidak dibatalkan," kata juru bicara Flight Centre, Hadyn Long.

"Ini memang peristiwa tragis dan saya pikir imbas pada pariwisata mungkin akan terjadi di bulan-bulan mendatang, ketika orang merencanakan liburan selanjutnya," pungkasnya seperti dikutip detikINET dari News.com.au, Rabu (29/4/2015).

Bali memang adalah tempat wisata favorit bagi banyak orang Australia. Dalam setahun, diperkirakan ada sekitar sejuta wisatawan dari sana berkunjung ke Bali.

(fyk/ash)






Hide Ads