Sorot, demikian nama aplikasi tersebut, merupakan kependekan dari Smart Online Reporting and Observation Tools. Aplikasi buatan mahasiswa ITB (Institut Teknologi Bandung) ini nantinya akan digunakan sebagai media pelaporan melaporkan keluhan warga.
Seperti Qlue atau Swakita, aplikasi smart city yang mulai digunakan di Jakarta, Sorot juga punya fungsi mempercepat penyampaian laporan warga kepada Lurah, Camat dan Bupati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penggiat smart city Suhono Harso Supangkat mengatakan, ke depannya Sorot akan ditawarkan juga ke kota-kota lain. Tak hanya bisa digunakan di pemerintahan kota, aplikasi ini juga bisa dipakai untuk kantor atau organisasi swasta.
"Untuk tahap awal aplikasi ini akan tersedia untuk Android. Tapi nantinya akan multi platform," kata Suhono yang juga salah satu Guru Besar ITB itu kepada detikINET, Rabu (4/3/2015).
Karena baru mulai, Suhono dan tim penggiat smart city-nya gencar melakukan sosialisasi aplikasi ini. Memperkenalkan saja tidak cukup, warga dan para kepala daerah pun harus tahu cara menggunakan aplikasi smart city ini.
"Kita kenalkan ke beberapa kota dulu dan pimpinan organisasi. Kalau ke kota-kota kita kenalkan via Camat, Lurah, Walikota. Kita juga akan adakan semacam pelatihan," sebutnya.
(rns/rou)