Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Jakarta Jadi Ibukota Media Sosial, Ahok Bangga

Jakarta Jadi Ibukota Media Sosial, Ahok Bangga


- detikInet

Basuki Tjahaja Purnama (detikFoto)
Jakarta - Ibukota negara Indonesia Jakarta, juga punya julukan lain yakni sebagai ibukota media sosial. Hal ini dilihat sebagai potensi oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, untuk meningkatkan kenyamanan warganya dengan memaksimalkan channel media sosial.

"Jakarta sangat diuntungkan dari penggunaan media sosial untuk menangani masalah kompleks seperti banjir dan macet," kata pria yang akrab disapa Ahok ini, dalam pernyataannya untuk perhelatan Social Media Week di mall Pacific Place, Jakarta.

Ahok mencontohkan bagaimana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI memaksimalkan media sosial. Saat banjir melanda di Januari, pihaknya bekerjasama dengan Twitter untuk memetakan masalah tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adalah Petajakarta.org, yang mengumpulkan mengumpulkan informasi real time mengenai banjir dari dan kepada warga Jakarta. Warga Jakarta bisa memposting tweet banjir dan tweet mereka akan dihitung sebagai sumber informasi dan masuk dalam peta banjir.

"Aplikasi ini relatif akurat menggambarkan masalah yang harus kami kerjakan. Dan kami bangga bisa bekerjasama dalam hal ini," ujar mantan Bupati Belitung Timur ini.

Untuk masalah kemacetan, Jakarta juga dinilainya sukses memanfaatkan Waze. Media sosial ini banyak digunakan warga yang saling terhubung dan menginformasikan jalan yang bisa dihindari karena macet.

"Kami mendukung inovasi yang bisa membantu Jakarta menghadapi kerumitan sehari-hari seperti Waze. Kami juga senang karena Waze bersedia membagi data mereka. Jadi kita bisa lihat feeds dari aplikasi ini ke platform Smart City kami," jelasnya.

Berbicara soal Smart City, sejak Desember tahun lalu Ahok sudah mengumumkannya. Melalui platform Smart City, Ahok ingin warga Jakarta maupun yang berkunjung bisa saling berbagi informasi mengenai kota yang dipimpinnya ini.

"Dari mulai kuliner sampai masalah bus, keluhan publik ketika mengunjungi museum. Dan kami meningkatkan platform Open Data kami. Kami harap ini jadi satu tempat khusus untuk siapa saja di Jakarta untuk kebutuhan mereka," ujarnya.

Diluncurkan Desember tahun lalu, platform yang beralamat di www.smartcity.jakarta.go.id ini diakui Ahok masih perlu terus dikembangkan, termasuk untuk integrasinya dengan aplikasi media sosial.

"Kami igngin Anda mengunjungi website ini dan bersama-sama membentuk platform Smart City. Pemprov DKI sangat terbuka dengan bantuan dan kontribusi apapun, mengintegrasikan ide Anda ke platform ini," tutupnya. 

(rns/fyk)







Hide Ads