Ya, karena emoji juga dianggap sebagai kata yang mewakili apa yang ingin disampaikan. Seperti yang menimpa remaja satu ini. Dia tidak menyadari, kalau emoji yang dipakai pada status Facebooknya membuatnya harus berurusan dengan polisi.
Osiris Aristy asal Brooklyn, Amerika Serikat, dianggap membahayakan karena memasang status Facebook dengan emoji tiga pistol mengarah pada tiga kepala polisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di umurnya yang masih belia, Aristy sudah berkali-kali berurusan dengan pihak berwajib. Berdasarkan catatan kepolisian New York, Aristy pernah terlibat kasus kepemilikan senjata, perampokan dan penyerangan terhadap orang lain.
Itu sebabnya, halaman Facebooknya menjadi bagian dari pengawasan rutin tim kepolisian. Ketik emoji semacam itu muncul, Aristy pun langsung diamankan. Perilakunya dikategorikan sebagai tindakan meneror.
"Anak itu menebar ancaman di internet. Kami akan terus mengawasinya," kata Inspektur Maximo Tolentino, salah satu polisi yang menangani kasus ini.
Sementara itu, pengacara Aristy, Fred Pratt, bersikeras bahwa kliennya tidak melakukan perbuatan merusak. Menurutnya, emoji pada status Facebook tersebut hanya ungkapan biasa anak-anak seumurannya.
"Saya mengerti jika orang yang melihat status tersebut mungkin tidak nyaman dan merasa terganggu. Namun dia tidak bermaksud melawan polisi apalagi melakukan aksi penembakan," ujarnya.
Proses hukum yang menimpa bocah tersebut saat ini tengah berlangsung. Yang jelas, kasus ini bisa menjadi pelajaran. Bahwa pengguna seharusnya menyadari bahwa jika ceroboh, setiap kata, foto, video dan konten apapun yang diposting di internet, termasuk emoji, bisa merugikan diri sendiri.
(rns/ash)