Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
'Domain Seksi' .id Paling Murah Rp 500 Juta!

'Domain Seksi' .id Paling Murah Rp 500 Juta!


- detikInet

Ilustrasi (pandi)
Jakarta -

Nama domain dengan dua karakter tentu sangat 'seksi'. Alhasil, banderol harga selangit dipatok untuk bisa menebus nama domain terbatas ini.

Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) tengah membuka pendaftaran nama domain terbatas apapun.id. Domain yang bisa dipesan mulai dari dua sampai empat karakter.

Jadi pengguna internet Indonesia nantinya bisa membuat nama domain yang sangat singkat, seperti xx.id, susi.id, joko.id ataupun lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk mengikuti pendaftaran nama domain terbatas apapun.id, aplikan harus memenuhi persyaratan pembayaran yang terdiri dari biaya administrasi, biaya domain terbatas, dan biaya tahunan.

Biaya administrasi ditetapkan sebesar Rp 100 ribu dan biaya tahunan Rp 500 ribu. Adapun biaya domain terbatas dipatok sebesar Rp 2 juta untuk domain empat karakter, Rp 15 juta untuk domain tiga karakter. Sedangkan untuk domain dua karakter ditetapkan Rp 500 juta alias setengah miliar rupiah! Dana yang dikeluarkan itu pun semuanya di luar PPN.

Selain itu, biaya akuisisi domain terbatas ini juga ada kemungkinan jadi membengkak jika diperebutkan oleh lebih dari satu pihak.

Sebab jika masing-masing pihak berhak atas nama domain tersebut maka bakal dilakukan sistem lelang. Dimana pemenang lelang ditentukan berdasarkan biaya akuisisi tertinggi.

"Selama proses lelang berlangsung, aplikan dimungkinkan untuk melakukan penawaran biaya akuisisi dengan kelipatan minimal Rp 500 ribu di luar PPN," bunyi aturan PANDI.

Namun dijelaskan Ketua PANDI Bidang Sosialisasi dan Komunikasi Sigit Widodo, jika ada nama domain yang perebutkan oleh masing-masing pihak, PANDI tak lantas menentukan pemenang lewat harga tertinggi.

"Ditelusuri dulu pihak yang mendaftar. Apakah memiliki hak atau tidak atas nama domain tersebut. Jika tak berhak atau tak punya kaitan apapun, maka tak kita izinkan. Dan aplikan lain yang mendaftar dan punya hak secara otomatis yang mendapatkan domain tersebut," jelas Sigit kepada detikINET, Rabu (21/1/2015).

"Misalkan yang diperebutkan adalah abc.id. Dimana yang mendaftarkan adalah PT ABC Indonesia dan seseorang yang bernama Ahmad Bukhori Chalid, maka keduanya memiliki hak karena terkait namanya. Jadi siapa yang mendapatkan domain tersebut diselesaikan lewat lelang dengan penawaran biaya akuisisi tertinggi," pungkasnya.

(ash/fyk)







Hide Ads