Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
BIAF 2014
Asyik, Bisa Sekolah Animasi Online dengan Animator Tintin!
BIAF 2014

Asyik, Bisa Sekolah Animasi Online dengan Animator Tintin!


- detikInet

Rini Sugianto (rns/inet)
Cimahi -

Terus belajar, tidak cepat puas, serta rajin mencari kritikan adalah resep Rini Sugianto dalam merintis karir sebagai animator. Tak bosan berbagi pengalaman, di tengah kesibukannya, Rini meluangkan waktu untuk mentoring melalui sekolah animasi online miliknya.

"Berawal dari pengalaman saya sendiri. Kalau waktu kita belajar animasi itu perlu banyak latihan dan penilaian dari orang. Saya sendiri punya begitu banyak pertanyaan. Jadi saya pikir, ini cara saya untuk bersumbangsih juga dengan membuka workshop online," ujarnya usai sesi talkshow di Baros International Animation Festival 2014 di Cimahi.

Animator yang namanya kian berkibar setelah terlibat dalam film The Adventure of Tintin: The Secret of Unicorn ini pun punya ide untuk mendirikan FlashFrame Workshop. Dua tahun hadir, Sekolah animasi online yang beralamat di flashframeworkshop.com itu saat ini punya lebih dari 20 murid.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"It's not much memang. Karena saya juga melakukannya part time in between my projects. Kita seperti ngadain mini workshop kalau onsite. Pretty much same di online," sebutnya bersemangat.

Di sekolah online ini, Rini khusus menjadi mentor animasi. Untuk bagian lain, ada pengajar lain yang akan memberikan pelatihan. Kesibukannya yang bejibun menurutnya menjadi tantangan tersendiri.

"Ya, I know! Hahaha... Saya sibuk but that's the challenge. Untuk kelasnya kita ketemu seminggu dua kali. Jadi memang dijadwalkan. Meski belajar online tetep ada interaksi tatap muka. Kita ketemu via video conference selama sejam," terang Rini.

Dipaparkannya, kelas-kelas yang disuguhkan FlashFrame Workshop bervariasi, mulai dari level Beginner, Intermediate hingga Advanced. Lama belajar pun berbeda-beda tergantung kelas yang dipilih dari yang harian hingga per tiga bulan dengan range Rp 500 ribuan hingga Rp 6 juta.

"Murid saya random. Ada beberapa anak SMA. Tapi kebanyakan kalangan praktisi. Mereka ini yang sudah tahu dasarnya, sistemnya gimana dan pengen ngembangin ilmunya," kata wanita yang kini bekerja di studio animasi Industrial Light & Magic di San Francisco, Amerika Serikat ini.

Dikatakannya, pada intinya tugas akhir dari sekolah online-nya ini adalah animasi yang sudah melalui banyak kritikan. Rini memang berulangkali menekankan bahwa seorang animator harus berani memperlihatkan karyanya ke orang lain untuk kritikan agar terus belajar memperbaiki.

"Kalau kamu simpan sendiri karyanya gak ada yang menilai. Jadi justru harus cari kritik sebanyak-banyaknya. Jangan dikritik lalu down dan menyerah. Harus belajar terus," pesannya.

(rns/fyk)





Hide Ads