"Konsep dari smart city adalah masyarakat yang terintegrasi satu sama lain. Setiap aktivitasnya dapat terintegrasi dengan aktivitas lainnya," ujar Corporate Officer and Chief Strategy Officer Hitachi Ltd. Ryuichi Otsuki di Suntec Convention & Exhibition Centre, Singapura, Rabu (18/11/2014).
Hitachi sendiri telah berkontribusi dalam mengembangkan smart city di sejumlah negara. Teknologi yang aplikatif beserta perkembangannya telah membantu efisiensi sebuah kota.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hadir pula dalam pemaparan tersebut Executive Vice President Hitachi Ltd. Yutaka Saito dan Senior Vice President and GM Asia Pacific Hitachi Data System Neville Vincent.
Otsuki kemudian memaparkan penerapan teknologi yang membentuk smart city di sejumlah negara. Perusahaan asal Jepang sejak 1910 itu tak hanya digandeng negara maju, tetapi yang disebut negara dunia ketiga pun mengajak berpartisipasi.
Sayangnya Indonesia belum masuk dalam kategori yang menerapkan smart city. Indonesia atau negara lainnya masih harus membuat konsep tentang pengintegrasian.
Berikut merupakan smart city dan bentuk partisipasi oleh Hitachi:
1. Proyek demonstrasi komunitas pintar di Greater Manchester, Inggris
2. Energy Technologies Institute Smart System and Heat Programme, Inggris.
3. Konstruksi Eco-City berbasis lingkungan di Tianjin, Tiongkok.
4. Sumber daya daur ulang dan rendah karbon di Dalian, Tiongkok.
5. Pulau pintar di Hawaii.
6. Proyek model kota masa depan di Jepang.
7. Proyek smart city di Kashiwa no ha, Jepang.
8. Proyek smart city di Yokohama, Jepang.
9. Proyek demonstrasi sistem sosial masyarakat rendah emisi karbon di Jepang (bersama Toyota).
10. Bisnis saluran air di Maladewa.
11. Pemasangan infrastruktur pembangunan ramah lingkungan dan rendah emisi karbon di Dahej, India.
12. Proyek demonstrasi komunitas pintar di Malaga, Spanyol.
(bpn/ash)