Pengaruh SAP dalam memajukan tenis bisa dilihat pada suasana di Singapore Indoor Stadium, Kallang, Singapura, Kamis (23/10/2014).
Seusai memasuki gerbang kompleks Singapore Sports Hub, pengunjung disuguhi fasilitas wahana informatif dari layar-layar sentuh yang tersedia.β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami percaya bahwa teknologi akan memainkan peran besar dalam memodernisasi olahraga, melayani lebih kepada fans tanpa mengubah sisi integritas dari permainan itu sendiri," kata CEO and Chairman WTA Stacey Allaster dalam keterangannya.
Aplikasi kepelatihan untuk WTA sudah digunakan oleh para pemain dan pelatih. Informasi yang didapat dari tβeknologi ini bisa digunakan untuk menyusun strategi dan mengevaluasi setelah pertandingan berlangsung, demi pertandingan berikutnya.
"Tenis adalah olahraga yang digerakkan oleh data, dan informasi adalah kekuatan," kata Stacey.
Saat ini, pemain-pemain WTA dan pelatihnya menerima analisa data statistik pasca-pertandingan dari SAP. Ini memungkinkan mereka memvisualisasikan teknik dan variasi permain yang bakal digunakan agar lebih baik. Setiap data yang terhimpun di lapangan masuk dalam sistem Cloud.β
Tak hanya mengambil data pasca pertandingan, bahkan SAP sudah merencanakan teknologi informasi yang lebih 'real time' untuk Gelaran WTA musim 2015β. SAP menyebutnya 'on-court coaching technology'. Informasi terbaru yang didapat saat pertandingan berjalan bisa langsung dikomunikasikan antara pelatih dengan atletnya yang sedang bermain.
"Teknologi ini menempatkan standar baru untuk tenis wanita dan kami sangat tertarik untuk bekerjasama dengan SAP untuk menginovasi olahraga kami," kata βStacey.
Rencana teknologi ini telah diumumkan secara resmi pada 21 Oktober lalu. Dengan on-court coaching technology ini, nantinya para pemain dan pelatih bisa mengakses data guna memutuskan penggunaan tepat dari aspek arah serve bola hingga penempatan shot selama pertandingan.
(dnu/ash)