Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Gaya Bos Teknologi ke Indonesia
Bill Gates Pakai Batik, Eric Schmidt 'Numpang' Taksi
Gaya Bos Teknologi ke Indonesia

Bill Gates Pakai Batik, Eric Schmidt 'Numpang' Taksi


- detikInet

Bill Gates berbatik
Jakarta - Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia menjadi bagian penting bagi perusahaan teknologi multinasional. Buktinya, beberapa orang penting di raksasa teknologi sampai bela-belain datang ke Tanah Air.

Tujuan kedatangan mereka tentu saja bukan sekadar berlibur atau hura-hura, ada pula misi diplomatis sebagai penunjang bisnis dalam agenda ini karena melihat potensi Indonesia yang terus berkembang dari tahun ke tahun.

Dari pendiri perusahaan, mantan CEO, hingga salah satu pendiri adalah deretan orang penting di dunia teknologi yang pernah menjejakkan kaki di Indonesia. Siapa sajakah mereka dan seperti apa gayanya? Berdasarkan catatan detikINET:

1. Bill Gates Berbatik

Salah satu pendiri dan Mantan CEO Microsoft Bill Gates pernah datang ke Indonesia. Tak cuma sekali, bahkan Gates pernah berkunjung dua kali ke negara ini.

Kunjungan pertama terjadi enam tahun lalu, tepatnya 9 Mei 2008, suami dari Melinda Gates itu datang ke Indonesia. Dalam kunjungannya itu, Gates sempat bertemu SBY di acara Presidential Lecture. Gates memberikan kuliah seputar teknologi dan bisnis.

Pada kunjungan pertamanya ke Indonesia itu, Gates mengenakan baju batik. SBY yang waktu itu sudah mengenakan jas dan berdasi, juga mengganti kostumnya dengan baju batik.

Sebelum memberikan kuliah, orang nomor wahid di Microsoft ini sempat melakukan pertemuan khusus di ruang VVIP JCC, Senayan, Jakarta. Presiden SBY didampingi Mendag yang waktu itu dijabat Mari Elka Pangestu dan Aburizal Bakrie yang menjabat Menkokesra.

Enam tahun berselang, pria yang tidak lulus kuliah ini pun kembali ke Jakarta, tepatnya pada 5 April 2014. Kali ini bukan memberikan kuliah tapi membawa misi kemanusiaan.

Pada kunjungan keduanya, Gates membawa sumbangan senilai USD 40 juta. Ia juga mengajak 8 pengusaha nasional yang masing-masing akan menyumbang USD 5 juta dengan total USD 40 juta.

Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono kala itu menyebutkan, ada 8 pengusaha Indonesia yang bergabung dan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) Indonesian Health Fund yang digagas Bill Gates tersebut.

"Indonesia USD 40 juta, Bill Gates USD 40 juta, jadi USD 80 juta. Lembaga ini non pemerintah tapi tetap menggunakan prinsip-prinsip transparansi karena uang sumbangan. Selaku Menkokesra kami memfasilitasi agar mereka dimudahkan sehingga tidak ada kesulitan dan memperluas cakupannya dan memperbanyak volumenya," ujar Agung saat konferensi pers di Kantor Kemenkokesra.

2. Steve Ballmer di Bawah Bayang-bayang Pelemparan Telur

Selain Bill Gates, suksesornya yang menjadi CEO Microsoft yakni Steve Ballmer melanjutkan tradisi untuk datang ke Indonesia. Dalam kunjungan singkatnya, Ballmer murni sebagai seorang pebisnis.

Ballmer datang ke Indonesia sekitar pertengahan April tahun 2009. Dia datang cukup unik, karena melenggang tanpa pengawalan ketat layaknya bos perusahaan terkenal dan besar.

Padahal Ballmer, sebelum ke Indonesia, menghadapi kasus pelemparan telur ketika melakukan presentasi di sebuah universitas di Budapest, Hungaria.

Kala itu, Ballmer menjadi sasaran kemarahan mahasiswa idealis yang menganggap Microsoft telah mencuri uang rakyar Hongaria melalui aksi monopoli penjualan software di negara tersebut.

3. Eric Schmidt Naik Taksi

Chairman Executive Google Eric Schmidt datang ke Indonesia untuk menemui Wakil Presiden Boediono. Datang ke Istana Wapres, Schimdt tak menggunakan mobil mewah, hanya sebuah taksi premium.

Kedatangan Chairman Executive Google Eric Schmidt ke Istana Wakil Presiden RI rupanya untuk membicarakan soal peluang ekspansi bisnis sang raksasa internet itu di Tanah Air.

"Jadi tadi kami baru saja bertemu dengan Wapres Boediono dan ia menyambut dengan hangat. Intinya kami tengah mencari peluang tentang bagaimana untuk melebarkan bisnis kami di Indonesia," ujar Eric, ketika ditemui wartawan di Istana Wapres, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta waktu itu.

Menurut mantan CEO Google tersebut, penetrasi internet di Indonesia begitu menjanjikan, termasuk untuk urusan pengguna perangkat genggam yang begitu pesat.

"Google sangat dimanfaatkan di Indonesia. Jadi akan lebih baik jika dapat menjalankan bisnis kami di sini (Indonesia-red.)," tukas Eric.

4. Steve Wozniak Sharing Ilmu

Namanya saat ini mungkin bukan seorang CEO atau jabatan lainnya dalam sebuah perusahaan. Tapi tanpa Wozniak, mungkin tidak akan ada Apple atau Steve Jobs yang legendaris itu.

Sahabat mendiang Jobs itu memang datang ke Indonesia pada 16 Juli 2012. Dia hadir ke Tanah Air bukan untuk berbisnis atau meluncurkan produk, namun memberikan motivasi kepada anak muda Indonesia.

Ya, dia memberikan wejangan umum kepada peserta yang menghadiri forumnya di sebuah gedung di Gatot Soebroto, Jakarta. Dia menekankan pentingnya berinovasi tanpa takut.

5. Dua CEO BlackBerry

CEO BlackBerry John Chen (detikINET)
Semua juga tahu bahwa Indonesia menjadi salah satu pasar andalan bagi BlackBerry. Maka tak mengherankan, bila CEO BlackBerry sampai rela turun gunung untuk menghampiri pasar potensialnya ini.

Kunjungan pertama dilakukan oleh CEO BlackBerry Thorsten Heins. Pada tangga 11 Oktober 2012, Heins beserta jajaran petingginya tengah berkunjung ke Indonesia untuk memperkenalkan langsung platform terbaru BlackBerry 10 kepada para mitra operator, distributor, dan developer.

Dalam paparan singkatnya, Heins mengatakan Indonesia sebagai negara yang sangat penting untuk platform terbaru BB10 dan ia berjanji akan lebih sering berkunjung untuk terus menjalin kerja sama dengan seluruh mitra RIM di Indonesia.

"Ini memang kunjungan pertama saya di Indonesia, dan ini tak akan jadi kunjungan yang terakhir. Saya masih akan datang lagi," ujarnya

Janji itu diwujudkan, namun bukan Heins yang datang, melainkan penggantinya yakni John Chen. Dia datang ke Jakarta baru-baru ini.

Chen menghadiri peluncuran BlackBerry Z3 Jakarta secara perdana. Dia menyebutkan bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang paling penting.

6. Mark Zuckerberg Bersua Jokowi

Ini yang paling terbaru. Nama Mark Zuckerberg yang tak lain merupakan salah satu pendiri dan CEO Facebook menginjakkan kakinya di Indonesia. Datang akhir pekan lalu. miliuner muda ini akan bertemu Presiden Terpilih Joko Widodo.

Agenda lainnya, anak muda terkaya di dunia ini rencananya juga akan menyambangi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Sementara pada hari Senin (13/10/2014), Zuck rencananya akan bertemu dengan para petinggi Ericsson dan XL Axiata.

Masih di hari yang sama, pemilik nama asli Mark Elliot Zuckerberg ini juga akan menyempatkan diri untuk bertemu media terbatas selama 30 menit untuk sesi wawancara ekslusif di Hotel Four Seasons sebelum mendatangi acara Internet.org Developer Workshop di @america, Pacific Place SCBD.

Sama seperti yang dilakukan di India, Internet.org yang juga didukung oleh Ericsson, MediaTek, Opera Software, Samsung, Nokia, dan Qualcomm ini, akan jadi panggung bagi Zuck untuk tampil langsung di hadapan pegiat IT di Tanah Air.

Internet.org merupakan gerakan untuk menyediakan internet bagi semua orang di dunia. Facebook bersama dengan lima perusahaan lain di bawah payung Internet.org, sebuah kolaborasi global yang ingin menyediakan akses internet di dua pertiga bagian dunia yang belum terhubung dengan internet, memusatkan perhatian pada sejumlah tantangan utama di negara-negara berkembang.

(tyo/ash)







Hide Ads