Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Ekosistem Aplikasi di China & Barat Bagai Tangan Dibalik

Ekosistem Aplikasi di China & Barat Bagai Tangan Dibalik


- detikInet

Ilustrasi (gettyimages)
Jakarta - China adalah pasar smartphone terbesar di dunia saat ini. Dengan jumlah penduduk terbanyak sejagat dan pemerataan teknologi, industri apapun akan menganggap legit negeri ini.

Tapi China tetaplah China. China bukan Barat atau negara lainnya. Sifat negaranya yang masih setengah tertutup dan setengah terbuka, tergambarkan bagaimana ekosistem aplikasi ini bagai tangan dibalik.

Di negara barat, App Store adalah iOS dan Google Play Store merupakan Android. Maka tidak demikian dengan China -- khususnya platform yang bersifat terbuka. China menerima Android dengan tangan terbuka, tapi tidak juga dengan ekosistem di dalamnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tahun 2010, ketika Android begitu meledak di Negeri Tirai Bambu, seketika ratusan toko aplikasi menjejali handset Android. Bahkan jumlahnya boleh dibilang paling banyak dibandingkan negara atau kawasan lainnya.

Memang pada akhirnya, dengan cepat toko aplikasi itu tereliminasi dan mengerucut menjadi enam besar, yakni 360 Market, 91 Wireless milik Baidu, UC Web, Tencent MyApp, Xiaomi Mi Market dan Wonduijia.

Ya, inilah mengapa bisa disebut bahwa aplikasi lokal menjadi 'tuan rumah di negerinya sendiri. Demikian yang detikINET kutip dari The Next Web, Kamis (28/8/2014).

Aplikasi Lokal 'Mengendalikan' Pengguna

Lupakan soal stigma bahwa aplikasi lokal didorong agar pemerintah China bisa mengontrol warganya. Termasuk ketakutan akan 'mata-mata' yang datang dari barat.

Namun lihatlah, bagaimana aplikasi lokal tak sekadar aji mumpung karena beberapa aplikasi barat ditutup oleh pemerintahnya sendiri. Lebih dari itu, aplikasi ini juga memberikan layanan layaknya perusahaan global.

WeChat salah satunya, layanan ini pada dasarnya adalah instant messaging. Namun, mereka mampu men-drive kebiasaan pengguna iOS dan Android di China.

Bukan, ini bukan karena pengguna We Chat sudah mampu tembus 430 juta pengguna -- bandingkan dengan WhatsApp yang melalang buana dan mampu merangkul 600 juta pengguna.

Pengguna China, seperti dikatakan oleh Junde Yu, analis dari app-ranking and market intelligence App Annie, bahwa pengguna WeChat di negara itu bisa berlama-lama menggunakannya.

"Mengapa? Bukan karena mareka mempunyai basis pengguna yang besar. Tapi WeChat tak cuma messenger, namun juga social networking dan game. Jadi mereka bisa log in setiap saat di sana," kaya Yu.

Bahkan Bo Wang -- Vice President of Business Development Tencent selaku pemilik WeChat mengungkapkan, apa yang diraih perusahaannya saat ini memang besar, namun di masa depan masih bisa untuk lebih meraksasa.

(tyo/ash)





Hide Ads