Baxter tertidur dengan iPhonenya terhimpit di sisi dada dalam keadaan mengisi baterai. Keesokan hari, Baxter terbangun dengan rasa sakit yang luar biasa dengan luka sepanjang 12 cm di payudaranya.
Baxter yang merupakan seorang mantan pekerja gudang kemudian dilarikan ke rumah sakit. Dokter yang menemuinya mencoba mengobati Baxter dengan memberikan luka krim antibiotik dan obat penghilang rasa sakit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Luka yang dialami Baxter kemudian mengalami infeksi. Dirinya pun khawatir hal ini akan membuatnya kesulitan untuk menyusui anak keduanya jika ia berencana memiliki anak lagi.
"Ini buruk sekali. Bayangkan jika saja anak perempuan saya yang tidur di sisi kasur itu dan telepon membakar wajahnya," ujar ibu satu anak ini.
Pengalaman yang dialami oleh Baxter bukan kali pertama terjadi pada pengguna ponsel. Ponsel bisa menjadi sangat panas akibat penggunaan dan pada beberapa kasus bahkan bisa meledak. Dikutip dari CNN, pada tahun 2004 seorang gadis 16 tahun dari California menderita luka bakar tingkat 2 setelah ponselnya meledak di saku.
"Gadis itu berada di dapur dan dekat panci air, sehingga api dengan cepat dipadamkan," tutur investigator pemadam kebakaran Frank Huddleston dikutip dari CNN, Selasa (26/8/2014).
(ash/ash)