Hal tersebut juga dialami dalam pelaksanaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2014. Berangkat dari upaya menyederhanakan sistem birokrasi penerimaan CPNS, hingga upaya meminimalisir terjadinya praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, proses ini seolah tak ada hentinya menghadapi berbagai kendala.
Berikut cerita miris soal penyelenggaran seleksi dan penerimaan CPNS 2014 yang berhasil dihimpun detikFinance, Jumat (22/8/2014).
Proses Full Online dan Ide di Baliknya
|
|
Wakil Menteri PAN RB Eko Prasojo mengatakan, tujuan diterapkannya sistem ini dimaksudkan untuk mengurangi kontak langsung antara pelamar atau peserta dengan petugas dan panitia seleksi CPNS 2014.
"Kalau kontak dengan petugas bisa dikurangi, berarti transaksi bawah tangan juga semakin minim kemungkinannya dapat terjadi," Kata Eko kala itu.
Senada, Menteri PAN RB Azwar Abubakar berpendapat bahwa pelaksanaan seleksi CPNS 2014 yang full online ini mendorong terselenggaranya proses penerimaan aparatur pelayan negara yang transparan dan bersih.
Semua proses dapat dilihat dan diawasi bersama antara pelamar yang menjadi peserta seleksi dan seluruh masyarakat pada umunya.
"Kami ingin mengembalikan kepercayaan masyarakat yang telah hilang kepada CPNS. Kami ingin anak-anak muda kami kembali percaya pada kemampuannya," tegas Azwar dala waktu dan tempat yang terpisah.
Penyampaian Rincian Secara Online Tak Berjalan Mulus
|
|
"Harus pakai e-Formasi, kirim kan ke kami secara online dan bukan dengan hard copy (bentuk dokumen kertas)," ujar Kepala Bagian Komunikasi Publik Kementerian PANRB Suwardi kepada detikFinance akhir bulan lalu.
Upaya ini tak berjalan mulus. Syarat penyampain rincian formasi yang harus detil dengan menggunakan internet menjadi kendala utama sejumlah pejabat instansi Pemerintah Daerah terlambat menyampaikan rincian formasi CPNS di instansinya.
"Kalau kementerian dan lembaga di pusat sudah tidak ada masalah, semuanya sudah siap. Yang kurang cuma yang dari daerah, itu banyak yang belum masuk. Mungkin karena format pengajuannya yang harus detil sekali soal jabatannya dan persyaratannya. Mereka kesulitan di situ," terang Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) Tasdik Kinanto.
Akibatnya seluruh proses yang sedianya berlangsung setelahnya ikut terkendala. Tercatat hingga 11 Agustus lalu masih ada 110 instansi daerah yang belum menyampaikan rincian formasinya. Proses penetapan formasi oleh Menteri PAN RB Azwar Abubakar pun ikut terkendala.
Persiapan Teknis dan Klaim Jaminan Sistem Tak Jebol
|
|
"Kami sudah berusaha sekeras mungkin. Ini sudah kami lakukan uji coba selama 2 minggu belakangan ini. Ada 2.000 pengunjung dalam 1 jam. Itu tidak ada masalah," ujar Tim Audit IT Panselnas perwakilan BPPT, Zainul Azwar Efendi, beberapa waktu lalu.
"Persiapan yang kami lakukan ini adalah persiapan panjang dan melelahkan. Jadi kami percaya kerja keras kami ini bisa mengakomodir banyaknya masyarakat yang akan melakukan pendaftaran PNS," tambahnya.
Supaya situs tersebut bisa menampung lebih banyak pengakses, Panselnas menyatakan sudah ada 12 instansi yang meminjamkan server untuk digunakan sebagai bantuan teknis pendaftaran CPNS online.
"Ada 12 instansi yang merelakan server-nya untuk digunakan untuk teknis penerimaan pendaftaran secara online ini. Kemdikbud, Kementerian Keuangan, BKN, BPPT, tim IT dari semua instansi totalnya ada 12. Saat ini sudah siap," ujarnya.
Ambruknya Sistem Penyimpanan Data Situs Pendaftaran CPNS
|
|
"Server kita memang sedang down. Ini karena memang tingginya antusiasme masyarakat yang ingin mendaftar," kata Herman Suryatman, Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) Herman Suryatman, kepada detikFinance, Kamis (21/8/2014).
Herman menyebutkan, sejak pertama kali dibuka pada 20 Agustus 2014 hingga pukul 02.00 WIB dini hari tanggal 21 Agustus, sudah ada 5 juta kunjungan tercatat pada situs ini. "Sampai sekarang (pukul 15.00 WIB) mungkin sudah tembus 10 juta. Makanya server kita bisa sampai down," tuturnya.
Di saat yang bersamaan, tim IT Panselnas tengah berusaha mengunggah data instansi dan rincian formasi lowongan di masing-masing instansi yang membuka lowongan CPNS tahun ini. Kondisi ini menyebabkan ambruknya sistem pada situs ini menjadi kondisi yang tak terelakkan.
Hal seperti ini, lanjut Herman, biasa terjadi pada awal-awal pendaftaran. "Dari pengalaman tahun sebelumnya, ini biasa terjadi di tiga hari pertama. Ini hal yang wajar seperti pengalaman kita tahun sebelumnya. Masyarakat euforia, jadi semua membuka," sebutnya.
Dirinya memperkirakan pada hari ke empat, situs ini dapat kembali normal dibuka kembali oleh para calon pelamar.
Permohonan Maaf
|
|
"Kami minta maaf, bukan bermaksud menghalang-halangi yang ingin mendaftar. Namun memang antusiasme tinggi," ujar Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) Herman Suryatman.
Menurut Herman, calon pendaftar tidak perlu panik karena Kemen PAN-RB terus mempercepat proses perbaikan. "Kami tetap bekerja keras supaya masyarakat bisa segera nyaman melakukan pendaftaran," tuturnya.
(jsn/ash)