"Persiapannya minim banget," ujar Wakil Ketua Internet Security Incident Responses Team on Internet Infrastructure (Id-SIRTII) M. Salahuddien kepada detikINET.
"Khususnya untuk anggaran yang sempat terganjal. Baru turun bulan Maret sebelum Pileg (yang dilakukan di bulan April)," lanjut pria yang biasa dipanggil Didin Pataka ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada juga beberapa orang yang statusnya konsultan dan lainnya relawan. Jadi kita kerja keroyokan karena banyak orang yang terlibat," imbuh Didin.
"Persiapan kita bareng tapi diimplementasikan tetap di bawah tim IT KPU. Mulai dari desain sampai implementasi," lanjutnya.
Sayang, Didin tak bisa mengungkap seberapa besar anggaran tim IT KPU ini. Namun yang pasti, dana tersebut digunakan untuk pembelian infrastruktur, bandwidth, sewa link serta untuk tim pelaksaanaan.
Adapun hari penetapan pemenang Pilpres pada tanggal 22 Juli yang semakin dekat, Didin mengaku tim IT KPU tak punya persiapan khusus.
(ash/fyk)