Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Panasnya 'Perang Saudara' Samsung vs LG

Panasnya 'Perang Saudara' Samsung vs LG


- detikInet

Ilustrasi (ist)
Jakarta -

Samsung dan LG barangkali adalah dua perusahaan elektronik Korea Selatan yang paling terkenal. Meski berasal dari satu negara, persaingan mereka sangat intens.

Kedua perusahaan sudah berkompetisi kurang lebih selama 50 tahun. Dan sepertinya, keduanya terobsesi satu sama lain. Samsung dan LG sering terlibat kasus pencurian dokumen rahasia, saling gugat di pengadilan dan saling tidak mau kalah dalam meluncurkan gadget terkini.

Mungkin saking paranoidnya, kantor kedua perusahaan di Seoul dibekali sekuriti ketat layaknya di bandara saja. Lobinya dibekali detektor metal. Ponsel sampai perangkat USB tidak diperbolehkan masuk ke dalam. Kamera pengintai pun ada di setiap sudut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedua perusahaan sepertinya ingin mencegah pencurian rahasia teknologi. LG di pertengahan 2013 lalu pernah menuduh Samsung mencuri teknologi OLED melalui orang dalam LG. Samsung membantah dengan mengatakan mereka sudah punya teknologi OLED terbaik.

Di perlombaan teknologi, keduanya tidak mau kalah. Pada perhelatan Consumer Electronic Show (CES) 2013, keduanya mengklaim menjadi perusahaan pertama yang memperkenalkan televisi OLED layar melengkung. Siapa yang benar? Entahlah.

Di industri smartphone, LG memang kalah jauh dari Samsung yang adalah produsen ponsel terbesar di dunia. Tapi mereka berupaya keras mengejar, misalnya dengan peluncuran G3 dengan layar Quad HD, lebih baik dari layar full HD di Galaxy S5.

Karyawan Tidak Mau Bergaul

Di Korea Selatan, Samsung dan LG ingin mendapatkan tenaga kerja terbaik, tapi terbatas jumlahnya. Sehingga persaingan ketat pun terjadi dalam soal perebutan calon karyawan.

Mayoritas karyawan di Korea Selatan bekerja untuk satu perusahaan sampai pensiun, tidak lompat-lompat. Tak heran jika para karyawan loyal pada perusahaannya, termasuk di Samsung dan LG. Bahkan mereka disebut-sebut saling tidak mau bergaul.

"Kedua perusahaan punya daerah sendiri-sendiri baik di lokal maupun internasional. Restoran, hotel dan bar mereka berbeda. Pegawai Samsung tidak pergi ke tempat tertentu, sebaliknya juga karyawan LG. Mereka tidak bisa bercampur," tulis James Rivington, wartawan TechRadar yang berkunjung ke Seoul.

"Hal semacam itu juga terjadi di pameran teknologi internasional. Ada peraturan tidak tertulis tentang restoran Korea mana yang bisa dimasuki saat acara CES di Las Vegas atau IFA di Berlin, tergantung Anda bekerja di Samsung atau LG," tambah James.

LG dan Samsung juga mensponsori klub olahraga yang berbeda di Korsel. LG punya tim bisbol LG Twins dan Samsung punya Samsung Bluewings.

Namun meski persaingan terasa panas, kedua perusahaan tetap saling menghormati. Mungkin keduanya menyadari tetap sama-sama saudara, berasal dari negara yang sama, Korea Selatan.

"Tidak hanya rivalitas, antara kedua perusahaan sebenarnya ada relasi mendalam. Samsung kadang disebut dalam laporan keuangan LG. LG sepertinya punya respek besar tentang apa yang sudah dicapai Samsung," tulis James.

(fyk/ash)





Hide Ads