Beberapa di antaranya adalah, Cortana menjadi satu-satunya asisten pribadi di smartphone yang datang dengan sifat 'manusiawinya'. Keputusan Microsoft untuk menanamkan Cortana dengan kepribadian berasal dari satu tujuan akhir, yaitu lebih mengikat pengguna.
"Kami melakukan penelitian dan menemukan bahwa orang lebih cenderung untuk berinteraksi dengan mesin ketika mereka merasa lebih manusiawi, " kata Susan Hendrich, salah satu tim yang mengembangkan Cortana ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena sebagian besar fungsi utama Cortana itu cermin bahwa dari asisten pribadi, misalnya membuat panggilan, mengatur pengingat janji, dan lainnya maka tim dari Microsoft ini memutuskan untuk mengambil proses pengembangan lebih jauh dan menambahkan lapisan ekstra keaslian.
Tim ini melakukannya dengan serius, mereka mewawancarai asisten kehidupan nyata untuk mempelajari apa yang benar-benar mereka lakukan di pekerjaannya dan bagaimana mereka membantu tak cuma menjadi asisten namun juga teman.
Selain berhubungan dengan pengguna dengan cara naturalistik, Microsoft menyadari bahwa Cortana juga perlu menyenangkan. Bahkan penelitian menunjukkan bahwa sekitar 40% dari semua interaksi melibatkan obrolan.
"Tugas utama Cortana memang asisten digital, namun dia didorong juga agar lebih akrab dengan si pengguna. Alhasil, jawaban-jawaban yang diberikan Cortana pun jauh dari kesan kaku," tegas Hendrich.
(tyo/ash)