Jumat, 20 Jun 2014 10:57 WIB

Robin Li, Si 'Pembunuh' Google

Orang Tua Karyawan Pabrik Tapi Sekolah Sampai Amrik

- detikInet
Robin Li (gettyimages) Robin Li (gettyimages)
Jakarta - Robin Li, pendiri mesin cari Baidu yang juga orang terkaya di China, lahir di Yangquan, Propinsi Shanxi, China, pada 17 November 1968. Kedua orang tuanya karyawan pabrik. Li anak keempat dari lima bersaudara, semua saudaranya perempuan. Dia pria satu-satunya.

Sejak kecil, Robin sudah merasakan cukup banyak tekanan, ia tumbuh besar di era revolusi China. Sebagai karyawan pabrik, orang tuanya jelas tak bisa memberikan hidup yang bermewah-mewah. Tapi untungnya, Robin dibekali otak yang pintar.

Selalu masuk ranking atas sejak kecil di sekolah, Li berhasil masuk ke University of Beijing, universitas terbaik di China. Dia masuk jurusan manajemen informasi dan lulus S1 pada tahun 1991. Belum puas, Li berniat melanjutkan ke jenjang S2 di Amerika Serikat.

Salah satu alasan mengapa ia ingin belajar ke luar negeri adalah situasi di China pada waktu itu sedang tidak kondusif. Kerusuhan di Tiananmen Square pada tahun 1989 sempat membuat kampusnya ditutup.

"China pada saat itu adalah tempat yang bikin depresi. Saya sempat berpikir bahwa tidak ada harapan," tuturnya.

Tapi mendaftar di universitas Amerika Serikat rupanya tak semudah yang dibayangkan. Dia mendaftar di tiga universitas dengan jurusan ilmu komputer terbaik di AS, tapi semuanya ditolak. Akhirnya dari 20 lamaran yang disebar, University at Buffalo menerimanya dengan beasiswa penuh.

Li tamat jenjang S2 pada tahun 1994 dengan gelar Master of Science. Sebenarnya, dia mendaftar sampai jenjang Ph.D, tapi memutuskan tidak melanjutkannya karena keburu asyik dengan hobinya di bidang software. Dia pun mulai berpikir untuk mengembangkan perusahaan teknologi sendiri. (fyk/ash)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed