Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Si Tajir & Si Kantong Pas-pasan Tak Kelihatan di Toko Online

Si Tajir & Si Kantong Pas-pasan Tak Kelihatan di Toko Online


- detikInet

Ilustrasi (Ist.)
Jakarta - Orang yang belanja secara tradisional mungkin bisa dipisahkan, mana yang punya banyak uang dan mana yang pas-pasan. Hal itu ternyata tidak terjadi saat belanja via internet.

"Itulah kenapa di dunia e-commerce kami tidak membedakan berdasarkan skala ekonomi, tapi seberapa sering mereka berbelanja," ungkap Country Head Google Indonesia, Rudy Ramawy.

Perbedaan itu ditemukan Rudy setelah Google, Taylor Nelson Sofres dan Asosiasi E-commerce Indonesia (IdEA)melakukan riset di Indonesia. Riset itu diikuti oleh 1.300 koresponden dengan rentang usia 18-50 tahun di 12 kota yakni, Bandung, Jogjakarta, Semarang, Surabaya, Bali, Padang, Manado, Makassar, Pontianak, Banjarmasin, dan Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita memilih korespondennya gampang, yang penting mereka sudah pernah akses internet," imbuh Rudy, saat ditemui detikINET di kawasan niaga SCBD, Rabu (11/6/2014).

Dari hasil riset tersebut terlihat bahwa online shooper di Indonesia bisa dibagi dalam empat kategori, pembelanja online recent untuk yang pernah berbelanja online dalam satu bulan terakhir.

Pembelanja online non-recent, bagi yang pernah berbelanja online lebih dari 6 bulan lalu, dan pembelanja non-online untuk tidak pernah berbelanja online meski mereka selalu mengakses internet. Satu lagi adalah penjual online.

"Jadi tidak seperti cara tradisional yang pembelinya bisa dilihat dari tempat belanja yang ia kunjungi," Rudy menambahkan.

(eno/ash)







Hide Ads
LIVE