Menurut pemain di bisnis mobile payment, iPaymu, tren ini diprediksi akan terus meningkat seiring dengan maraknya smartphone dan tablet dengan harga yang relatif terjangkau dan koneksi internet yang terus diperbaiki.
"Saat ini pengguna ponsel sudah setara dengan jumlah penduduk yang ada. Dari 250 juta pengguna ponsel, sekitar 60 juta adalah pengguna smartphone. Hal ini sangat mendukung pertumbuhan e-commerce dan mobile payment," kata iPaymu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebagaimana kita ketahui bahwa salah satu kunci sukses bisnis e-commerce dan mobile payment terletak pada kemudahan layanan pembayaran yang diberikan, karena dengan layanan pembayaran yang mudah akan sangat membantu customer untuk bertransaksi sehingga berdampak pada peningkatan penjualan dari sang pemilik usaha.," lanjut iPaymu.
iPaymu sendiri coba mencari peluang di bisnis ini dengan membuat payment gateway. Layanan yang juga sudah hadir di Indonesia tersebut merilis mobile payment berbasis Quick Response Code (QR Code).
Fasilitas yang diberikan iPaymu untuk pembayaran online oleh konsumen dari smartphone ini diklaim mudah. Hal utama yang harus diperhatikan adalah Anda memiliki akun iPaymu. Selanjutnya download aplikasi Mobile Payment QRCode di ponsel Android Anda.
Untuk menggunakannya, langsung masuk ke menu aplikasi iPaymu Mobile Transaction, masukan username, password dan PIN Anda. Klik menu transaksi dan langsung hadapkan/sorotkan ponsel Anda ke barcode yang dipasang oleh merchant, lalu tekan ikon QRCode di ponsel Anda. Dalam sekejap transaksi pun selesai.
"Mobile payment QRCode sebetulnya tidak asing bagi masyarakat Indonesia. Di ponsel BlackBerry ketika kita mau meng-invite pin teman, selain dengan cara manual biasanya menggunakan barcode yang ada di ponsel tersebut. Mekanisme kerja iPaymu Mobile Transaction tidak jauh berbeda dengan teknologi tersebut," ungkap Pikukuh Tutuko, CEO iPaymu.
Transaksi model ini diprediksi akan menjadi tren di era digital karena semua kalangan dapat memanfaatkan smartphone dengan berbagai fungsinya, termasuk melakukan pembelian dan melakukan pembayaran tanpa adanya penambahan perangkat lain, cukup mengunduh aplikasinya di Play Store Android.
Pikukuh melanjutkan, masyarakat urban di Indonesia sudah mulai aware terhadap e-money karena memiliki berbagai keunggulan di antaranya lebih cepat dan nyaman dibandingkan dengan uang tunai. Disebabkan nasabah tidak perlu menyediakan sejumlah uang pas untuk suatu transaksi atau harus menyimpan uang kembalian.
Selain itu, kesalahan dalam menghitung uang kembalian dari suatu transaksi tidak akan terjadi. Manfaat lainnya, waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu transaksi dengan e-money dapat dilakukan jauh lebih singkat dibandingkan transaksi dengan kartu kredit atau kartu debit, karena tidak harus memerlukan proses otorisasi online, tanda tangan dan lainnya.
Oleh karenanya, iPaymu optimistis mobile payment QRCode akan menjadi bagian dari lifestyle di era digital. Dulu, orang awam dengan ATM, download music, ring backtone, top-up ponsel elektronik dan e-toll, sekarang hal itu sudah menjadi bagian dari kebutuhan.
"Begitu juga dengan mobile payment QRCode, kami yakin layanan ini akan menjadi salah satu kebutuhan masyarakat sebagai sarana transaksi online yang aman dan nyaman," imbuh Pikukuh, dalam keterangannya, Senin (27/1/2014).
Kehadiran e-money adalah sebuah tuntutan di era digital dan pertumbuhannya akan terus merangngsek seiring kebutuhan. Hal ini pun ditegaskan peneliti A.T. Kearney dalam laporan Global Retail E-Commerce Index.
Ia mengatakan bahwa tahun 2014 akan menjadi pertumbuhan yang sangat besar bagi e-commerce secara global. Angka yang menakjubkan seperti total penjualan di China dalam satu hari mencapai USD 5,7 miliar setara dengan jumlah penjualan saat Cyber Monday di Amerika Serikat.
Sedangkan menurut IdEA, Asosiasi E-Commerce Indonesia dengan mengutip penelitian Daily Social memperkirakan pasar e-commerce Indonesia akan melejit sampai USD 135 juta di tahun 2016. Sementara menurut riset Frost & Sullivan akan tembus ke angka USD 650 juta pada 2015.
Tren ini sudah berada di depan mata dan Indonesia menjadi salah satu negara pengguna Android terbesar. "Potensi dan kesempatan inilah yang kami tangkap," pungkas Pikukuh.
(ash/fyk)