Hasil penelitian konsultan digital iStrategy Lab menyatakan, sekitar 11 juta remaja dan mahasiswa keluar dari Facebook sejak tahun 2011. Sebagai gambaran, jumlah tersebut lebih banyak dari total populasi Hong Kong.
Diyakini, para remaja itu meninggalkan Facebook karena beralih ke layanan lain. Misalnya saja Twitter, WhatsUp, Path dan sebagainya. Pihak Facebook sendiri mengakui fenomena kurang menggembirakan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Analis menilai, para remaja mulai tidak senang karena Facebook mulai disesaki orang dewasa sehingga tidak privat lagi. Terlebih, orang tua mereka pun turut menjadi anggota dan seakan terus mengawasi.
"Mereka mungkin masih punya profil Facebook, namun mereka menghabiskan lebih sedikit waktu dan beralih ke Twitter, Instagram, atau Tumblr," kata Amanda Lenhart dari Pew Research Center, yang detikINET kutip dari DailyMail, Selasa (21/1/2014).
(fyk/fyk)