Kata selfie semakin banyak dipakai seiring kehadiran gadget yang dilengkapi dengan kamera depan, sehingga memudahkan pengguna memotret dirinya sendiri. Bahkan, saking populernya kata ini, pada November lalu, Kamus Bahasa Inggris Oxford mengumumkan kata selfie sebagai 'kata paling banyak dipakai tahun ini'.
Kenapa orang senang berfoto selfie? Menurut psikolog Diana Parkinson, selfie kini menjadi cara baru untuk berkomunikasi yang bisa diterima secara luas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Diana, memang sudah naluri manusia untuk selalu mencari perhatian lawan jenis atau sesamanya. Jika di zaman dulu, orang melakukannya dengan lukisan, kini dibuat dengan memasang foto selfie di situs jejaring sosial.
Psikolog klinis Salma Prabhu sependapat dengan Diana. Menurutnya, foto selfie memang cara baru untuk menarik perhatian. Foto tersebut merupakan cara untuk menunjukkan pada dunia seberapa keren diri kita.
"Anak-anak muda mencari pujian instan. Membangun kepercayaan diri melalui nilai akademis tidak lagi cukup untuk mereka," tambahnya seperti dikutip dari Times of India.
Di satu sisi, foto selfie ini memang bisa berdampak positif pada diri. Ketika mendapat pujian dan banyak like dari pengguna situs jejaring sosial, orang yang memamerkan foto selfie itu menjadi lebih percaya diri. Meski demikian, aktivitas pamer foto selfie ini juga memiliki dampak negatif.
"Ketika orang ketergantungan untuk mendapatkan komentar dan likes, komentar yang menyakitkan bisa melukai kepercayaan dirinya, bukan malah meningkatkannya," ucap Salma.
Sementara itu Diana menambahkan, jika kita terus-menerus memamerkan foto mengenai apa yang kita punya, artinya orang tersebut dalam kondisi insecure. "Mereka butuh pengakuan dari pihak lain," katanya.
Nah, apakah ini juga yang jadi alasan Anda berfoto selfie?
(eny/rns)