Kiprah tunas bangsa di kontes Asia Pasific ICT Award (APICTA) 2013 tak terlalu mengecewakan. Terbukti, Indonesia sukses memborong 5 gelar dalam hajatan bergengsi tersebut.
Tampil sebagai juara adalah SMAN 28 Jakarta yang bertarung dalam kategori Student Project. Mereka sukses memikat para juri lewat karya yang diberi nama Vorebot. Ini merupakan robot yang mampu menyelam hingga 20 meter untuk mengeksplorasi benda di bawah laut.
Sementara empat perwakilan Indonesia lainnya harus puas memperoleh Merit Award atau selevel runner up, yakni:
-. Arrival Dwi Sentosa, siswa SMKN 4 Bandung dengan proyek MatrikSoft Security Care pada kategori School Project
-. SMAN 3 Semarang dengan karya APASAJA pada kategori School Project
-. ITB dengan karya Spyder's Web pada kategori Tertiary Student Project
-. Rolling Glory - Great Adventure of Botchi pada kategori e-Learning.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dimas Anandras, siswa SMAN 28 Jakarta, mengaku sangat senang dengan kemenangan tersebut. Bahkan saat ditemui semalam, dia masih terbata-bata bicara saking senangnya.
"Nyangka tidak nyangka bisa juara. Memang kalau lihat ekspresi juri, kami rada optimistis. Tapi saingan kan juga banyak. Namun lama-lama kami percaya bisa juara. Alhamdulilah," ungkapnya.
Menurut siswa kelas XI tersebut, pihaknya bisa juara salah satunya karena belajar dari pengalaman. Pada April lalu, mereka ikut kompetisi robot dalam air di Hong Kong namun tak juara karena robot tersebut tak bisa muncul lagi ke permukaan.
Foto: Arrival Dwi Sentosa
Setelah itu, mereka terus bergerak dengan pencapaian sebagai juara Indonesia ICT Award (INAICTA) 2013 kategori siswa. Dimas mengungkapkan, keberhasilan itu juga diraih berkat kerja keras ekstrakurikuler robotika di sekolahnya.
Ashwin Sasongko, Dirjen Aplikasi Telematika Kementerian Kominfo, mengungkapkan peristiwa ini menyiratkan arti penting riset dan pengembangan di semua negara.
"Hong Kong bisa juara tidak serta merta. Mereka dapat itu karena sangat serius mengembangkan riset. Lihat saja, ada cyberpark dan taman teknologi yang demikian serius dikembangkan," katanya.
Tak heran, sambung Ashwin, jumlah startup di negara persemakmuran ini kian banyak sehingga mereka mengirim peserta lebih banyak dari negara lainnya, sehingga kans menang jadi lebih besar.
Selanjutnya, APICTA 2014 akan dilangsungkan di Pakistan. Bagi tim Indonesia tentu saja jangan lantas menyerah. Ingat, kita tak kalah hebat dari negara maju lainnya!
*) Penulis, Muhammad Sufyan merupakan public relation dari Yayasan Pendidikan Telkom yang mendampingi mahasiswa Telkom University berlomba di APICTA 2013.
(ash/ash)