Billboard, yang pertama menyiarkan kabar ini mengatakan bahwa layanan ini akan menyerupai Spotify, namun dengan penambahan komponen video. Akan ada dua model dalam layanan tersebut, yakni free dan premium.
Mereka yang mendaftar di layanan premium diberi keuntungan untuk menyingkirkan iklan dan menyimpan musik offline agar bisa didengarkan tanpa koneksi internet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dikutip dari TheVerge, Kamis (24/10/2013), untuk yang opsi ini, pengguna diminta membayar USD 99,9 per bulannya. Tidak diketahui apakah layanan berlangganan tersebut berlaku di semua negara.
Google juga dilaporkan telah merampungkan semua persetujuan untuk memuluskan rencana mereka. Meski YouTube tercatat memiliki 1 miliar pengguna bulanan, namun sejauh ini mereka hanya bisa menguangkan layanannya itu melalui iklan.
Google sendiri masih belum mau berbicara akan desas-desus tersebut. Juru bicara Youtube hanya mengatakan, "Kami selalu mengupayakan cara baru dan lebih baik bagi orang untuk menikmati konten YouTube di semua layar dan memberikan partner lebih banyak kesempatan untuk menjangkau penggemar mereka".
(sha/ash)