Bisnis ini telah bernilai Rp 1 miliar per bulan. Bagaimana cara kerjanya?
Di situs bistip.com, pelanggan bisa menitip oleh-oleh dari tempat yang dikehendaki tanpa perlu pergi ke sana. Situs bistip.com menghubungkan si pelanggan dengan pelanggan lain yang hendak bepergian ke tempat yang sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua sahabat ini pernah kuliah di luar negeri, tepatnya Willy di Australia dan Doddy di Amerika Serikat. Setiap kali akan pulang ke Indonesia, mereka banyak mendapat titipan barang. βRequest-nya beragam. Mulai dari buku, membawa dokumen penting, sampai obat dan vitamin,β kata Willy.
Pengalaman tersebut membuat keduanya berpikir bahwa titip-menitip ini bisa menjadi cara mendapatkan uang sampingan. Kemudian lahirlah bistip.com. Untuk membangun bistip.com, Willy mengaku membutuhkan modal tidak sampai Rp 10 juta dan kini anggota situs ini mencapai 16 ribu.
Apabila seorang anggota bistip.com ingin bepergian dan bersedia membawa titipan, mereka akan meng-klik status βpost tripβ. Setelah itu, rute mereka bisa dilihat oleh anggota lain
βMisalkan seseorang sedang membutuhkan vitamin dari Singapura, maka dia bisa cari traveler dari Singapura ke Jakarta. Setelah ketemu yang cocok, dia bisa kirim PM (private message) untuk negosiasi tip,β kata Willy.
Setelah dua pihak setuju, lanjut Willy, penitip akan membayar menggunakan Bistip SafePay yang didesain seperti rekening bersama. βJadi pembayaran akan kami tahan dulu. Sampai mereka ketemuan dan barang diberikan, baru dana akan kami cairkan,β jelasnya.
Dari transaksi yang terjadi, bistip.com mengutip biaya empat persen. Saat ini, kata Willy, kebanyakan transaksi yang terjadi ada di harga Rp 3 juta sampai 4 juta dan Rp 500 ribu. Dalam sebulan rata-rata terjadi transaksi mencapai Rp 50 juta. Hingga sekarang, transaksi yang terjadi di Bistip SafePay sudah menembus angka Rp 1 miliar.
Willy menambahkan, bistip.com memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan membeli langsung di toko-toko atau penjual online. Pertama, membeli secara online membutuhkan ongkos pengiriman dan cukup mahal jika barang dikirim dari luar negeri. βBiaya pengiriman dari AS masih minimal US$ 50 untuk barang apapun,β ujarnya.
Kedua adalah tidak semua barang bisa dibeli secara online. βDengan adanya traveler bistip, bisa dikatakan mereka adalah agen untuk kita yang mau berbelanja dari negara lain,β kata Willy.
Ketiga adalah pelayanan yang lebih personal karena pemesan ibarat titip barang ke seorang kawan. βContohnya saya pernah meminta traveler untuk memberitahu barang mana saja yang sedang diskon, setelah itu baru saya memutuskan untuk apa yang ingin saya titip. Pernah juga seorang ibu yang mau titip obat untuk anaknya di luar negeri,β papar Willy.
Menurut Willy, prospek bisnis titip-menitip ini sangat cerah karena pemain yang masih sedikit. Apalagi bisnis pariwisata di Indonesia juga tumbuh pesat sehingga mendukung usaha yang dikembangkan Willy.
(hds/ash)