Line Corp yang turut mengundang detikINET untuk berkunjung ke kantor pusatnya di Jepang, menuturkan dari hasil penjualan sticker saja bisa menyumbang pendapatan perusahaan sampai 1 miliar yen per bulannya.
"Ini bukan saja terjadi di Jepang namun di seluruh dunia," tukas Jun Masuda, Executive and Chief Strategy & Marketing Officer, Line Corp di Maihama Amphitheater, Tokyo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masuda mengatakan Line Pop dan Line Bubble adalah game yang paling populer di kalangan pengguna. "Ini adalah dua game jagoan kami dari total 36 game yang kami miliki," ungkapnya.
Selain sticker dan game, produk lain yang juga turut menorehkan pemasukan adalah stamp di mana penjualannya mencapai 1,03 miliar yen dalam periode yang sama. Total, penjualan aplikasi terkait Line dalam bulan Juli 2013 adalah 3,07 miliar yen.
Dengan kurs 1 yen mencapai Rp 110, bisa kita hitung sendiri berapa pundi-pundi uang yang dihasilkan Line dari in-app purchase seperti sticker, game, stamp, dan lainnya.
Pundi-pundi Line pun turut disumbang oleh licensing & merchandising maskot yang mereka miliki. Masuda mengatakan market size tahunan untuk barang-barang yang menampilkan karakter Line mencapai 4 miliar yen.
Ke depannya, layanan messaging ini bakal mengembangkan Line Friends, dan juga Line Town. Line Town ini dijadwalkan hadir di Malaysia kemudian Taiwan dan Thailand pada Agustus 2013.
Dengan 230 juta pengguna Line sejauh ini, Masuda pun tak segan menyampaikan ambisinya. "Kami ingin menjadikan Line sebagai platform global di seluruh dunia".
Pengguna Line sendiri paling banyak datang dari Jepang yakni 47 juta user, sedangkan di Indonesia, kata Masuda, Line telah digunakan oleh 14 juta pengguna sejauh ini.
Hingga akhir 2013 nanti, Line juga sudah menyiapkan layanan-layanan baru mereka seperti Video Call, Line Mall, Line Music dan Line Web Store, termasuk sederet game anyar. Untuk fitur panggilan video ini, pengguna dari seluruh dunia dijanjikan bakal bisa menikmatinya.
(sha/rou)