Arab Saudi berencana memblokir layanan messaging populer WhatsApp. Blokir akan segera dilakukan jika WhatsApp tidak memenuhi permintaan regulator setempat.
Regulator telekomunikasi Communications and Information Technology Commission (CITC), ingin lebih mengontrol layanan seperti WhatsApp seiring penggunaannya yang semakin meningkat.
"Kami telah menghubungi WhatsApp dan platform komunikasi yang lain agar mereka mau bekerja sama, namun belum ada kesepakatan," kata Abdullah Al-Darrab, gubernur CITC.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Regulator menyatakan ketiga layanan messaging tersebut melanggar hukum lokal. Namun tidak disebutkan secara spesifik seperti apa pelanggarannya.
Arab Saudi saat ini memiliki sekitar 15,8 juta pengguna internet. Demikian seperti dikutip detikINET dari Reuters, Senin (17/6/2013).
(fyk/ash)