Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Linkedin Geram Layanannya Digunakan untuk Prostitusi

Linkedin Geram Layanannya Digunakan untuk Prostitusi


Susetyo Dwi Prihadi - detikInet

Jakarta -

Situs Linkedin selama ini dikenal sebagai jejaring sosial untuk professional. Namun, layanan untuk mencari pekerjaan ini disalahgunakan dalam bidang prostitusi.

Ya, selama ini tak sedikit anggota Linkedin yang menawarkan jasa prostitusi di kolom pekerjaannya. Hal ini yang membuat perusahaan tersebut geram. Alhasil, mereka membuat aturan baru.

Seperti dikutip detikINET dari Business Insider, Jumat (17/5/2013), LinkedIn melarang penggunanya untuk meng-upload dan menyediakan konten apa pun yang mempromosikan layanan prostisusi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bahkan jika konten itu legal di tempat Anda berada," tegas LinkedIn.

Dengan alogaritma yang baru, Linkedin bahkan berencana untuk memblokir kata-kata seperti 'escort' di dalam mesin pencarinya. Walaupun kontradiktifnya, Linkedin mengizinkan anggotanya memasukkan pekerjaan 'escort' di kolom informasi pribadi.

Ini sebetulnya bukan peraturan baru, karena Linkedin selalu melarang pengguna melakukan tindakan melanggar hukum. Alasan peraturan baru ditegakkan, karena ada beberapa wilayah operasi Linkedin yang melegalkan prostitusi.

Berdasarkan alasan itu, Linkedin memutuskan untuk lebih memperinci tentang profesi yang dilarang dipromosikan di situsnya, meskipun profesi itu di mata hukum legal oleh beberapa negara.

(tyo/tyo)





Hide Ads