Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Setelah 80 Tahun, Newsweek Akhirnya Hijrah ke Online

Setelah 80 Tahun, Newsweek Akhirnya Hijrah ke Online


Rachmatunnisa - detikInet

Newsweek (TheDailyBeast)
Jakarta -

Tanggal 31 Desember 2012 akan dikenang Newsweek sebagai fase perubahan besar. Di tanggal tersebut, majalah ternama Amerika Serikat (AS) berusia hampir 80 tahun ini akan merilis majalah cetak terakhirnya dan beralih sepenuhnya ke online.

"Kami mentransisi Newsweek, bukan mengucapkan selamat tinggal. Kami akan tetap berkomitmen terhadap Newsweek dan jurnalisme yang diwakilinya," ujar Editor in Chief Newsweek Tina Brown.

Keputusan ini akan meleburkan divisi cetak dengan online. Semua publikasi akan diterbitkan menjadi satu edisi digital yang disebut 'Newsweek Global'. Bersifat konten langganan, majalah online ini membidik pengguna smartphone, tablet, e-reader dan komputer.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diakui Brown seperti dikutip detikINET dari Bloomberg, Jumat (19/10/2012), langkah ini menjadi momen yang sangat sulit bagi semua orang yang mencintai romansa ranah cetak.

Masih menurut dia, sayangnya akan ada PHK (penutusan hubungan kerja) dari keputusan ini. Pasalnya, Newsweek harus merampingkan operasional mereka baik di AS maupun di luar negeri.

Majalah terbesar kedua di AS ini dilaporkan terus mengalami kerugian. The New York Times melaporkan kerugian mencapai USD 40 juta per tahun. Sirkulasi majalah Newsweek pun dilaporkan anjlok 51 persen sejak 2007. Hijrahnya Newsweek ke online juga dilakukan guna memangkas biaya cetak yang terus menggerus keuntungan.

Brown juga melihat lebih banyak peluang beralih ke media online. Dia menyebutkan, pengguna tablet di AS kini diperkirakan mencapai 70 juta. Angka ini naik dari 13 juta pada dua tahun lalu.

(rns/ash)





Hide Ads