Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Di AS, Bisnis Iklan di Koran Lesu Sejak 2006

Di AS, Bisnis Iklan di Koran Lesu Sejak 2006


Susetyo Dwi Prihadi - detikInet

Ilustrasi (Foto: regionaldirectory)
Jakarta -

Newsweek akan berhenti menjual majalahnya dalam bentuk fisik dan beralih ke format digital mulai awal tahun 2013. Selain ongkos cetak yang mahal, pemasukan iklan pun dirasakan terus menurun drastis.

Apa yang dirasakan oleh majalah kenamaan asal Amerika Serikat (AS) ini sebetulnya bukanlah sesuatu hal yang baru. Dalam catatan Asosiasi suratkabar AS, omzet iklan mereka turun 7,3% di 2011 menjadi USD 23,94 miliar. Dalam enam tahun berturut-turut omzet iklan koran terus menukik.

Angka ini berbanding terbalik dengan bisnis iklan online yang omzetnya meningkat 6,8% menjadi USD 3,25 miliar sampai akhir 2011, seperti detikINET kutip dari AFP, Jumat (19/10/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Asosiasi ini mengatakan, bisnis iklan di koran telah turun sejak 2006, dan penurunan tertajam pada 2009 sebesar 27,2%.

Koran-koran di AS sudah dibayang-bayangi dengan penurunan pendapatan iklan, akibat sirkulasi yang turun dan juga migrasi pembaca kepada berita 'gratis' lewat media online.

"Kami mentransisi Newsweek, bukan mengucapkan selamat tinggal. Keputusan ini bukan untuk mengurangi kualitas merek atau sisi jurnalisme kami. Ini terkait dengan kondisi ekonomi yang makin menantang, khususnya di sisi penerbitan dan distribusi," kata Pemimpin Redaksi Newsweek Tina Brown.

Dia mengatakan, semua jenis majalah online akan diterbitkan menjadi satu edisi yang disebut 'Newsweek Global'. Majalah online ini membidik pembaca yang mobile, bahkan tersedia versi web dan tabletnya.

Peralihan dari media cetak ke media online, membuat media seperti The Wall Street Journal, The New York Times, The Boston Globe, dan The Los Angeles Times berlomba-lomba membesarkan situs onlinenya.

(tyo/ash)





Hide Ads