Maklum saja, pengadaan server membutuhkan waktu paling cepat beberapa hari. Untungnya memvirtualisasikan server, pengadaan server bisa dilakukan sesingkat mungkin.
Salah satu pengalaman ini dirasakan produsen makanan dan ternak unggas Sierad Produce. Bahkan dikatakan Chief Information Officer Sierad Produce Erison Hek Oktavian yang membagi pengalamannya menyebutkan, dengan virtualisasi, server bisa dipersiapkan hanya dalam hitungan menit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Erison, mereka membutuhkan infrastruktur tervirtualisasi yang berjalan di atas server peranti keras kelas enterprise agar bisa melakukan konsolidasi terhadap beberapa sistem perencanaan produksi, pengadaan, pemrosesan, finansial, penjualan dan distribusi menjadi satu proses yang ramping untuk seluruh divisi makanan.
"Ketika kami merencanakan pengembangan lingkungan yang baru, kami menyadari bahwa Hyper-V yang kami pakai secara teknis mempunyai kemampuan prosesor yang terbatas," papar Erison dalam diskusi di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (5/9/2012).
Untuk bisa mendukung kebutuhan performa sistem ERP yang baru, dikatakan Erison mereka harus bisa mendapatkan akses ke setiap virtual machine sebanyak 18 logical processor atau idealnya akan lebih dari itu jika di gabungkan untuk kebutuhan ERP secara keseluruhan.
Sebagai solusinya, tim IT Sierad pun memutuskan memakai vSphere. Melalui infrastruktur yang tervirtualisasi menggunakan solusi dari VMware tersebut, Sierad sukses menjalankan sistem ERP dan database tunggal untuk seluruh divisi makanan.
"Hasilnya, kami bisa memperbaiki waktu pemrosesan transaksi hingga 25 persen. Yang paling menguntungkan, Sierad Produce juga berhasil memangkas biaya pengadaan peranti keras server sampai 80 persen," klaim Erison.
Tak hanya itu, virtualisasi yang diterapkan untuk mengkonsolidasikan armada server fisiknya pun diakui Erison membuahkan hasil. Perusahaan tersebut kini hanya menggunakan 40 persen dari rak yang tersedia di datacenter.
"Dengan server blade yang berjumlah 110 inti prosesor, infrastruktur Sierad Produce memiliki ruang yang lapang untuk mengantisipasi pertumbuhan di masa depan," jelasnya lagi.
Country Manager VMware Indonesia Andreas Kagawa menyebutkan, Sierad Produce adalah contoh bagaimana pelanggan memahami nilai dari virtualisasi terhadap bisnis, dan setelah mengkaji sejumlah solusi yang ada di pasar, mereka menjatuhkan pilihan ke VMware.
"Ketika konsumen membutuhkan workload yang lebih besar, barulah terlihat diferensiasi dari kami," klaimnya.
(rns/ash)