Perusahaan asal Korea Selatan ini mengumumkan bahwa pekerja di pabrik manufakturnya tidak ada yang di bawah umur. Lebih lanjut Samsung mengatakan bahwa pihaknya tidak mentolerir adanya pelanggaran pekerja anak, termasuk yang ada di di China.
Seperti diberitakan sebelumnya bahwa China Labor Watch merilis laporan yang mengatakan bahwa partner Samsung, HEG Electronics diketahui mempekerjakan setidaknya 7 anak-anak di bawah usia 16 tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari hasil penyelidikan akhirnya diketahui bahwa beberapa pekerja dan anak magang memang belum berusia 18 tahun, namun berada di atas usia 16 tahun. Ini berarti, pabrik tersebut tidak melakukan hal ilegal.
Namun meski begitu, diakui bahwa pihak investigator menemukan bahwa beberapa pekerja bekerja overtime, didenda karena terlambat dan tidak memiliki akses ke klinik medis.
"Samsung telah meminta HEG untuk segera memperbaiki kondisi kerja di sana. Jika HEG gagal memenuhi permintaan Samsung tentang toleransi pekerja anak, maka kontraknya akan diputus," ujar perusahaan ini dalam sebuah pernyataan.
Penyelidikan Samsung tak berhenti di satu pabrik itu saja. Dikutip detikINET dari Cnet, Selasa (4/9/2012), Samsung juga akan meneliti sebanyak 105 perusahaan di China yang menjadi manufaktur produknya.
(sha/fyk)