Sepeninggal Steve Jobs, Apple seperti kehilangan sosok pemimpin yang kharismatik. Steve Wozniak yang pernah bersama-sama membangun Apple menyadari hal itu.
Woz, sapaan akrab Wozniak, memutuskan untuk berhenti dari Hewlett-Packard dan mengejar impiannya bersama Jobs membangun generasi baru komputer yang dikenal dengan nama Macintosh.
Impian yang dibangun dari garasi keluarganya di California, AS, itu tak lain untuk menjungkalkan kerajaan bisnis komputer besutan International Business Machine yang kita kenal sebagai IBM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasang surut dilalui perusahaan itu. Sejak Wozniak pergi dan Jobs kembali perusahaan itu, Apple akhirnya bangkit dan kembali menggurita dengan bergulirnya produk-produk ternama yang revolusioner seperti iPod, iPhone, dan tentu saja iPad.
Kesuksesan Apple kembali terancam setelah Steve Jobs dipanggil yang Maha Kuasa. Di tengah persaingan bisnis yang kian ketat, hegemoni Apple sempat diragukan bisa bertahan. Namun itu semua disangkal oleh Wozniak.
"Google selalu keluarkan produk yang bagus. Tapi apa Apple khawatir? Tidak. Apple tak takut bersaing dengan siapa pun. Apple selalu mengacu untuk membuat produk yang bagus. Kami menjadi perusahaan yang paling sukses di dunia bahkan jika pangsa pasar kami hanya lima persen," tutur Woz dalam jumpa pers di Hotel JW Marriot, Jakarta, Senin (16/7/2012).
Ia pun tak memungkiri, persaingan antara vendor gadget sudah semakin ketat dengan beragam pilihan yang ada, mulai dari Apple, Windows Phone dan berbagai perangkat bersistem operasi Android.
"Saya suka gadget dan teknologi mutakhir. Meskipun saya pemegang saham di Apple, saya tak akan ragu-ragu menggunakan produk lain dan memberikan pujian jika produk itu bagus," kata Woz.
Kecintaannya akan dunia gadget itu pula yang menjadi alasan Wozniak untuk tidak kembali menjadi orang dalam di kubu Apple. Menurutnya, Apple tetap akan survive meskipun tanpa dia.
"Jika saya kembali ke Apple, tidak mungkin saya bisa bebas bicara lantang kapan pun saya mau. Sebagai orang dalam, ruang gerak saya terbatas, saya tidak akan boleh bicara ini, atau bicara itu. Lebih enak seperti sekarang, saya bisa gunakan semua gadget yang suka tanpa terikat," pungkasnya.
(rou/fyk)