Mendeteksi autisme pada anak-anak bisa sangat sulit, mahal dan memakan proses yang cukup lama karena perlu melibatkan tenaga medis profesional. Seorang peneliti menemukan cara baru yang lebih praktis, dengan menggunakan Kinect Microsoft.
Duo peneliti, Guillermo Sapiro dan Nikolaos Papanikolopoulos dari Institute of Child Development di University of Minnesota yakin bahwa sensor gaming di Kinect Microsoft bisa membantu tugas mendeteksi autisme.
Sebagai bagian dari eksperimen, Sapiro dan Papanikolopoulos merancang serangkaian lima sensor Kinect di ruang aktivitas sebuah sekolah taman kanak-kanak. Disana, kamera pendeteksi gerak merekam pergerakan anak-anak yang berusia tiga sampai lima tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir Science Popular, Kamis (10/5/2012), anak-anak dengan tingkat aktivitas sangat berbeda dan mencolok dibandingkan teman-temannya, kemudian 'ditandai' untuk dianalisa lebih lanjut oleh tenaga medis profesional.
Kedua peneliti ini mengakui, sensor kamera bukanlah pengganti dokter sesungguhnya. Namun sedikit banyak bisa membantu menentukan anak mana yang membutuhkan lebih banyak pengujian untuk mengobati autisme.
(rns/rou)