Maraknya penggunaan layanan instant messaging di ponsel, membuat khawatir operator di seluruh dunia. Perusahaan telekomunikasi menilai,aplikasi seperti WhatsApp dapat membunuh fitur SMS.
Sebagai salah satu layanan yang tengah naik daun, WhatsApp jelas menampik tuduhan tersebut. Menurut pendirinya, Brian Acton, layanan instant messaging tidak mencuri pendapatan dari operator. Bahkan dia bersikeras bahwa layanan seperti WhatsApp,mendorong keuntungan lain dari penggunaan data.
Dalam wawancara yang jarang terjadi, Acton mengungkapkan bahwa seharusnya layanan instant messaging dirangkul agar operator bisa mendapatkan pendapatan lain setelah SMS mulai kehilangan 'penggemar'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menambahkan, ada keuntungan saling terkait antara operator dengan aplikasi internet. Mengingat jaringan sosial seperti Facebook menawarkan lebih dari 800 juta anggota terdaftar di seluruh dunia, ini menjadi alasan kuat bagi pengguna ponsel untuk membeli smartphone dan memanfaatkan data.
WhatsApp sendiri merupakan layanan instant messaging lintas platform, yang memungkinkan pengguna iOS, Android atau BlackBerry bisa saling terhubung.
Sayangnya, Acton enggan mengungkapkan berapa data pengguna WhatsApp, tetapi perusahaan secara terbuka mengungkapkan bahwa jumlah pesan yang dikirim melalui platformnya meningkat dari 1 miliar pada bulan Oktober, menjadi 2 miliar pesan pada Februari.
(eno/eno)