Hal tersebut yang dialami salah seorang pemuda di Inggris bernama Liam Stacey. Gara-gara mentweet komentar yang berbau rasis, dirinya harus mendekam di Hotel Prodeo selama 56 hari.
Kejadian bermula sekitar tanggal 17 Maret lalu. Saat itu Stacey memposting komentar mengenai bintang sepak bola Fabrice Muamba yang ambruk di tengah pertandingan saat Piala FA digelar antara Bolton Wanderes melawan Tottenham Hotspur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itu tak pelak membuat pengguna Twitter lainnya menyesalkan ucapan yang dilontarkan Stacey di linimasa tersebut. Sayangnya malah dibalas oleh akun @liamstacey9 dengan bahasa rasis lagi.
Setelah kekisruhan di jagad maya, pihak kepolisan pun langsung mengambil langkah hukum dengan menciduk pemuda berusia 21 tahun tersebut. Dalam persidangan perdananya, Stacey mengatakan dia mengakui perbuataanya itu.
Setelah interogasi awal, Stacey mengatakan kepada polisi ia sedang mabuk ketika memposting tweet. Namun pengadilan tetap menghukumnya dengan penjara 56 hari. Mendengar vonis tersebut dia langsung menangis, apalagi setelah Universitas tempat dia belajar menskorsingnya.
Jaksa Jim Brisbane mengatakan, bahasa rasis adalah penyebab hasutan. "Bahasa rasis tidak tepat dalam pengaturan apapun dan melalui media apapun," katanya.
"Kami berharap hal ini akan menjadi peringatan bagi siapa saja yang mungkin merasa membuat komentar di dunia maya tidak tersentuh hukum," tandasnya, seperti dikutip detikINET dari Mashable, Kamis (29/3/2012).
(eno/eno)