Daniel Tumiwa, Country Manager Multiply Indonesia mengungkapkan, meski berasal dari Negeri Paman Sam, pasar Multiply sejatinya bukanlah di AS. Melainkan di Asia, tepatnya Asia Tenggara.
"Sebab jika kita berbicara pasar Amerika, itu sudah dikuasai Amazon dan eBay. Sementara Multiply itu pasarnya Asia Tenggara," ujarnya, ketika ditemui di sela peresmian kerja sama Multiply dengan XL di Jakarta, Selasa (31/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Multiply sendiri saat ini tengah mempersiapkan segala sesuatunya untuk memindahkan kantor pusatnya tersebut dari Florida, AS, ke Indonesia. Mulai dari menyiapkan struktur organisasi, rencana strategis bisnis, dan berbagai hal lainnya.
"Di Asia Tenggara, pasar kita sudah kuat, jadi masuk akal jika pindahkan kantor pusat dari Amerika. Kalau di sana itu terlalu jauh untuk komunikasi, pembicaraannya capek. Kalau di sini pagi di sana malam. Padahal bisnis online perlu cepat penanganannya," jelas Daniel.
"Sekarang kita sudah memiliki sekitar 55 karyawan di Multiply Indonesia. Nantinya akan tambah menjadi sekitar 150 orang. Dimana sebagian besar akan diisi orang lokal," lanjutnya.
Multiply sendiri saat ini disebutkan telah memiliki 60 ribu penjual, 2,3 juta member dari Indonesia, dan 1,1 juta produk yang dijajakan. Adapun pesaingnya antara lain, Tokobagus.com, Plasa.com, Rangkuten, dan Blibli.com.
"Target kita menjadi dua atau tiga besar di Indonesia. Sayang saat ini belum ada pihak yang merating situs jual beli online di Indonesia. Jadi masih belum tahu," Daniel menandaskan.
Proses pemindahan kantor pusat Multiply ini dijadwalkan dalam 12 bulan ke depan. Adapun terkait rencana pembangunan server, Multiply masih mempertimbangkannya. Termasuk soal adanya ancaman listrik byar pet di Indonesia.
(ash/rou)