Hal ini diungkapkan oleh Upik Sidharta, Manajer Developer Nokia Indonesia saat ditemui di sela kompetisi Smash Mania yang digelar di Bandung Electronic Center (BEC).
"Kita support developer lokal agar aplikasi karya mereka bisa mendunia," katanya, saat berbincang dengan detikINET.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tidak ada yang ekslusif. Silakan saja developer mau mengembangkan aplikasinya dengan platform kita atau yang lain. Tapi developer juga akan melihat siapa yang sebenarnya support," katanya saat disinggung mengenai getolnya Nokia merangkul developer lokal.
Saat ini jumlah pengunjung Nokia Store dari Indonesia mencapai 2,6 juta per minggu dimana 60 persennya mengunduh aplikasi dari Nokia Store.
"Yang Nokia inginkan adalah yang di-download itu aplikasi lokal. Sehingga ekosistemnya berjalan dengan baik. Developer supply aplikasi sehingga industrinya berjalan dan pengunjung pun senang karena aplikasi yang dibutuhkan didapat di situ. Jadi kenapa harus cari aplikasi dari luar kalau dari dalam sendiri ada" harapnya.
Upik optimis langkah yang dilakukan oleh perusahaannya akan didukung baik dari developer ataupun dari pengguna. Buktinya beberapa developer lokal mencetak angka download yang besar di Nokia Store.
"Agate Studio salah satunya. Dari semua game yang masuk total sekarang sudah lebih dari 500.000 download," ungkapnya.
(rou/rou)