Menurut Julian, hal ini sebagai imbas dari serangan teroris 9/11, sehingga mereka yang berkuasa jadi selalu waspada terhadap berbagai ancaman.
"Siapa yang memiliki iPhone? Siapa pengguna BlackBerry? Siapa yang menggunakan Gmail? Well, Anda semua kena," tukasnya, ketika berbicara di City University of London.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peringatan ini pun muncul seiring dengan peluncuran situs Julian yang diberi nama proyek Spyfiles.
Dalam proyek itu, diungkap aktivitas sekitar 160 perusahaan di 25 negara yang mengembangkan teknologi untuk melacak dan memantau setiap individu dari ponsel, email, serta rekam jejak browser internetnya.
"Ini merupakan investigasi yang dalam dan menunjukkan bahwa fenomena ini bukanlah industri yang kecil sejak 10 tahun lalu," jelas Julian.
"Kejadian 9/11 telah membuat negara-negara di Eropa, AS, Kanada, Afrika Selatan, dan lainnya untuk mengembangkan sistem mata-mata kepada kita semua," pungkasnya, dikutip detikINET dari National Post, Sabtu (3/12/2011).
(ash/ash)