Jakarta -
Empat orang ditangkap di Filipina terkait dengan upaya pembobolan jaringan. Hasil investigasi menunjukkan mereka berupaya melakukan aksi
hacking jaringan mobile milik AT&T.
Sistem milik operator asal Amerika Serikat (AS) itu memang tidak sempat terganggu. Namun dikatakan juru bicara AT&T Jan Rasmussen, beberapa konsumen menjadi target keempat penjahat cyber ini.
Berdasarkan laporan yang dilansir Cellular-news dan dikutip
detikINET, Senin (28/11/2011), keempat orang yang ditangkap itu diduga merupakan kelompok hacker yang didanai oleh kelompok teroris asal Arab Saudi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pekan lalu AT&T mengonfirmasikan para hacker tersebut tidak berhasil menghubungkan nomor seluler dengan akun customer online. Meski AT&T tidak bersedia berkomentar mengenai skala kerugian yang dialami akibat penipuan ini, kepolisian Filipina melaporkan sebanyak USD 2 juta melayang.
(rns/fyk)